Siaran Pers

07/SP/IKAPI-KLIBF/IV/2018

Kuala Lumpur (28/4/2018)—Pesta Buku Antar Bangsa Kuala Lumpur International Book Fair 2018 resmi di buka di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, 28 April 2018. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Malaysia Book Fair, Ikatan Penerbit Indonesia, dan mewakili pemerintah Indonesia, Wakil Kepala Bekraf Joseph Ricky Pesik. Acara ini dibuka oleh Tan Sri Haji Muhammad Amin Nordin bin Abdul Aziz, Datuk Bandar Kuala Lumpur.

 

Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu di Kuala Lumpur International Book Fair atau yang lebih dikenal dengan Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur yang ke-37. Sebagai pesta buku terbesar di Malaysia dan Asia Tenggara, KLIBF telah mengalami perkembangan dan penyesuaian mengkuti adanya kebijakan pemerintah, perubahan ekonomi, serta tren buku dari fisik ke digital yang semuanya sangat berpengaruh terhadap industri buku itu sendiri.

 

Ishak Hamzah selaku presiden Mabopa mengatakan “Untuk mengatasi perubahan yang terjadi, PBAKL melakukan beberapa pendekatan baru dengan menghadirkan banyak aktivitas dan acara-acara. Tahun ini mengadakan negara tamu yaitu Indonesia, Arab Saudi dan Kedah.”

 

Dalam pernyataannya,  Joseph Ricky Pesik selaku Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI menyampaikan “Dipilihnya Indonesia sebagai negara tamu di KLIBF adalah suatu satu rangkaian dimana sebelumnya Malaysia telah menjadi negara tamu di Indonesia International Book Fair tahun 2016.” Semakin dikenalnya Indonesia di mata international, Indonesia banyak diundang sebagai negara tamu. Sebelumnya 2015 di Frankfurt Book Fair dan nanti sebagai Market Focus di London Book Fair.

 

Kehadiran Indonesia sebagai Negeri Tamu dalam ajang KLIBF ini tak lepas dari dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kerjasama erat ini menunjukkan keseriusan dari pihak pemerintah untuk pengetahuan literasi yang sesuai tema yaitu merentas peradaban bangsa Indonesia dan Malaysia ke masa depan.

 

Untuk memeriahkan KLIBF, Indonesia juga akan menghadirkan penyair besar yaitu Sapardi Djoko Darmono. Dengan mengutip puisi Sapardi dengan judul Hujan Bulan Juni,

 

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

 

Kata puisi ini mencerminkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa yang serumpun.

 

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

 

Persahabatan dan hubungan antara bangsa dalam usaha berbagi pengetahuan khususnya di bidang industri perbukuan dan perbadan masing-masing demi kemajuan literasi.

 

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

 

Begitu banyak harapan dalam kemajuan industri perbukuan, untuk itu kita haruslah saling mendukung demi kemajuan bersama.

Dalam sambutannya, walikota Kuala Lumpur, Tan Sri Haji Muhammad Amin Nordin bin Abdul Aziz menyampaikan selamat kepada panitia pelaksana pameran buku yang bekerjasama dengan berbagai pihak, demi terlaksananya pameran ini.

“Buku merupakan manifestasi kecintaan kita terhadap ilmu,” Ungkap Tan Sri. Malaysia sebagai sebuah negara yang hendak menjadi negara maju jelang 2020, berupaya memajukan pendidikan dimana setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Untuk keperluan pendidikan, bidang penerbitan buku menjadi sangat penting.

 

Negara-negara barat berupaya memajukan buku dimana ia menjadi jembatan bagi kemajuan. Di Cina, Jepang, Korea Selatan, penerbitan buku sangat pesat. Untuk itu kita harus belajar dan be

 

KLIBF diselenggarakan di Putra World Trade Center tanggal 27 April-6 Mei 2018. Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition.

 

 

*************************

 

Indonesia Makin Dikenal di Pentas Perbukuan Dunia

Kuala Lumpur—Pesta Buku Antar Bangsa Kuala Lumpur International Book Fair 2018 resmi dibuka di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, 28 April 2018. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Malaysia Book Fair, Ikatan Penerbit Indonesia, dan mewakili pemerintah Indonesia, Wakil Kepala Bekraf Joseph Ricky Pesik. Acara ini dibuka oleh Tan Sri Haji Muhammad Amin Nordin bin Abdul Aziz, walikota Kuala Lumpur.

 

Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu di Kuala Lumpur International Book Fair atau yang lebih dikenal dengan Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur yang ke-37. Sebagai pesta buku terbesar di Malaysia dan Asia Tenggara, KLIBF telah mengalami perkembangan mengikuti kebijakan pemerintah, perubahan ekonomi, serta tren buku dari fisik ke digital yang semuanya sangat berpengaruh terhadap industri buku.

 

Presiden Malaysia Book Publisher Association (Mabopa) Ishak Hamzah mengatakan, “Untuk mengatasi perubahan yang terjadi, PBAKL (Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur atau KLIBF) melakukan beberapa pendekatan baru dengan menghadirkan banyak aktivitas dan acara-acara. Tahun ini mengadakan negara tamu yaitu Indonesia, Arab Saudi dan Kedah.”

 

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Joseph Ricky Pesik hadir mewakili pemerintah Indonesia untuk memberikan sambutan. “Dipilihnya Indonesia sebagai negara tamu di KLIBF adalah suatu satu rangkaian dimana sebelumnya Malaysia telah menjadi negara tamu di Indonesia International Book Fair tahun 2016,” ujarnya. Semakin dikenalnya Indonesia di mata international, sehingga membuat Indonesia banyak diundang sebagai negara tamu. Sebelumnya, Indonesia tampil sebagai Tamu Kehormatan (Guest of Honour) pada 2015 di Frankfurt Book Fair dan direncanakan akan tampil sebagai Market Focus di London Book Fair 2019.

 

Kehadiran Indonesia sebagai Negeri Tamu dalam ajang KLIBF ini tak lepas dari dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kerjasama erat ini menunjukkan keseriusan dari pihak pemerintah untuk meningkatkan literasi nasional. Untuk memeriahkan KLIBF, Indonesia juga akan menghadirkan penyair besar yaitu Sapardi Djoko Damono.

 

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.*