Kuala Lumpur (3/4/2018)—Pada Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair 2018) yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC) penulis novel best seller seri Negeri 5 Menara Ahmad Fuadi membagi pengalamannya dalam menulis novel sampai dengan pembuatan filmnya.

 

“Menulis itu melatih, jadi jangan ditunda-tunda dan harus segera dimulai.” Ujar Ahmad Fuadi di panggung Utama KLIBF 2018. “Dulu saya sering menulis diary, itu merupakan sarana paling mudah untuk melatih menulis selain itu juga ketika di Gontor saya sering menulis surat kepada Ibu saya.” Trilogi bukunya yang berjudul Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara merupakan hasil perjalanan hidup ketika di Gontor. “Dengan diary dan surat-surat itulah yang membantu saya sebagai bahan untuk menulis novel trilogi ini.” Tegas A. Fuadi.

 

Dalam menulis juga memerlukan konsistensi,  ketekunan, dan riset yang cukup agar tulisan itu bisa selesai. “Menulis itu dari hati, ada alasan di dalam penulisan itu. Sehingga bermanfaat bagi orang lain.” Kata A. Fuadi. “Jika buku itu best seller adalah bonus.”

 

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan negeri tamu Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.