Link

Konten Nusantara Mendunia melalui Boardgame

Konten Nusantara Mendunia melalui Boardgame

Kuala Lumpur (5/4/2018)—Di hari terakhir Pagelaran Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair 2018) paviliun Indonesia memperkenalkan nonbuku yaitu boardgame dalam acara bincang-bincang “Eksplorasi Konten Nusantara Melalui Media Boardgame” bersama Erwin Skripsiadi dari  Hompimpa Games dan Andre M. Dubari dari Manikmaya Games.

 

Boardgame di Indonesia mulai berkembang sejak tahun 2013 dan mengalami peningkatan di tahun 2017. Dengan meningkatnya jumlah permintaan boardgame semakin banyak pula jumlah produsen penghasil boardgame yang mewarnai ragam permainan itu sendiri.

 

“Sebelum boardgame berkembang sekarang ini, banyak kendala yang kami lalui” ungkap Andre. Kendala yang dihadapi diantaranya mengubah persepsi masyarakat mengenai boardgame itu sendiri. Banyak mengatakan bahwa fungsi boardgame hanya sekadar entertainment saja. Mereka tidak tahu bahwa banyak hal yang bisa diambil dari boardgame itu sendiri. Selain persepsi, minimnya konten untuk boardgame. Beberapa perusahaan di Jerman membuat konten boardgame mengenai Nusantara, yang terkenal diantaranya Papua dan Java. “Walaupun permainan itu disukai banyak orang tetapi konten di dalamnya banyak yang salah bahkan tidak akurat. Hal ini disebabkan mereka bukan orang Indonesia dan tidak melakukan riset atau mengeskplore lebih jauh mengenai Nusantara.” Ujar Andre.

 

Melalui boardgame banyak nilai-nilai sosial untuk anak-anak. “Mereka dapat memperlancar komunikasi, menstimulasi otak anak untuk berimajinasi, melatih motorik, dan banyak lainnya.” Ujar Erwin Skripsiadi. “Keluarga pun semakin akrab, mengurangi penggunaan cellphone, karena mereka berkomunikasi, tertawa.” Tambah Andre Dubari.

 

Sekarang ini sudah ada 400 desiner boardgame di seluruh Indonesia dan lebih dari 100 judul games yang diambil dari lokal konten.

 

Manikmaya Games dan Hompimpa Games hadir di Essen Spiel (Jerman) 2017 yang merupakan ajang terbesar boardgame terbesar di dunia dan berhasil menjual semua boardgame Indonesia dalam waktu 3 hari saja. Tahun ini mereka pun akan hadir dan menghadirkan beragam jenis permainan baru.

 

Untuk mengembangkan bisnis boardgame, pelaku bisnis boardgame mengembangkan jaringan dengan mendirikan perpustakaan-perpustakaan boardgame. “Sama seperti perpustakaan, tapi ini isinya boardgame bukan buku” ujar Andre. Sudah ada 7 perpustakaan diantaranya di kota Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Makassar.

 

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan negeri tamu Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.

 

Tasaro GK di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Tasaro GK di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Kuala Lumpur (4/5/2018)—“Setiap anak itu cerdas” itulah pembukaan penulis Tasaro GK ketika diundang ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur ketika memberikan motivasi di pagi hari kepada pelajar Indonesia. “Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, dengan menulis kecerdasan seseorang akan semakin meningkat karena menulis membutuhkan konsentrasi untuk mempresentasikan ide-ide yang dimiliki.” Ujar Tasaro.

 

Tasaro menekankan bahwa membaca itu sangat penting “Membaca itu memahami” ujar seorang pelajar Sekolah Indonesia. Pendidikan di Indonesia khususnya bagi anak-anak seperti di Taman Bermain/Taman Kanak-Kanak/PAUD memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan dalam pendidikan dasar inilah yang memberikan efek domino bagi anak-anak tersebut ketika dewasa. “Selain dari kurangnya membaca, dalam hal mengeja pun sama. Mereka hanya diajarkan mengeja saja tidak diajari memahami kata-kata itu.” ujar Tasaro. Sehingga kekurangan-kekurangan ini memberikan efek domino sampai mereka dewasa.

 

Selain menjelaskan pendidikan, Tasaro juga memberikan tips bagaimana menulis sebuah novel. Ada 5 hal yang perlu diketahui seorang penulis yaitu 5 W 1 H. Dan dalam 1 H itu ada hal-hal yang harus dimiliki dalam cerita agar dapat dinikmati, yaitu:

  1. Adegan awal cerita harus kuat.
  2. Ada tujuan si tokoh utama
  3. Hal-hal yang menghalangi si tokoh utama untuk mencapai tujuan
  4. Harus ada kegagalan
  5. Bangkit dari kegagalan tersebut

 

Proses Kreatif Menulis Novel Biografi  bersama Tasaro GK

Kuala Lumpur (4/5/2018)—“Setiap anak itu cerdas” itulah pembukaan penulis Tasaro GK ketika diundang ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur ketika memberikan motivasi di pagi hari kepada pelajar Indonesia. “Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, dengan menulis kecerdasan seseorang akan semakin meningkat karena menulis membutuhkan konsentrasi untuk mempresentasikan ide-ide yang dimiliki.” Ujar Tasaro.

 

Tasaro menekankan bahwa membaca itu sangat penting “Membaca itu memahami” ujar seorang pelajar Sekolah Indonesia. Pendidikan di Indonesia khususnya bagi anak-anak seperti di Taman Bermain/Taman Kanak-Kanak/PAUD memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan dalam pendidikan dasar inilah yang memberikan efek domino bagi anak-anak tersebut ketika dewasa. “Selain dari kurangnya membaca, dalam hal mengeja pun sama. Mereka hanya diajarkan mengeja saja tidak diajari memahami kata-kata itu.” ujar Tasaro. Sehingga kekurangan-kekurangan ini memberikan efek domino sampai mereka dewasa.

 

Bincang-bincang di panggung utama Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIBF) hari ini membahas proses kreatif menulis novel biografi oleh Tasaro. Kali ini Tasaro membawa bukunya berjudul “Muhammad” yang  mendapat sambutan yang cukup menarik dari pengunjung Pesta Buku. Ketika terbit sampai hari ini buku Tasaro ini mendapatkan sambutan pro dan kontra dari komunitas agama baik muslim dan non muslim. Tasaro melalui bukunya bertujuan tulus yaitu ingin mengembalikan bahwa ajaran nabi itu baik, tidak pernah mengajarkan peperangan, poligami dalam Islam yang tidak berkonotasi negatif dan hal lainnya.

 

Tasaro GK meraih penghargaan atas ide terbaik dalam Kuala Lumpur Trade dan Copyright (KLTCC) atas karyanya yang sedang ditulisnya berjudul Almasih. Ia berhasil mengalahkan pesaing-pesaing ASEAN dan mendapatkan peringkat ketiga dalam kategori ‘Ideas to Book’.

 

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan negeri tamu Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.

 

 

 

 

Ahmad Fuadi—Menulis itu dari Hati

Ahmad Fuadi—Menulis itu dari Hati

Kuala Lumpur (3/4/2018)—Pada Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair 2018) yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC) penulis novel best seller seri Negeri 5 Menara Ahmad Fuadi membagi pengalamannya dalam menulis novel sampai dengan pembuatan filmnya.

 

“Menulis itu melatih, jadi jangan ditunda-tunda dan harus segera dimulai.” Ujar Ahmad Fuadi di panggung Utama KLIBF 2018. “Dulu saya sering menulis diary, itu merupakan sarana paling mudah untuk melatih menulis selain itu juga ketika di Gontor saya sering menulis surat kepada Ibu saya.” Trilogi bukunya yang berjudul Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara merupakan hasil perjalanan hidup ketika di Gontor. “Dengan diary dan surat-surat itulah yang membantu saya sebagai bahan untuk menulis novel trilogi ini.” Tegas A. Fuadi.

 

Dalam menulis juga memerlukan konsistensi,  ketekunan, dan riset yang cukup agar tulisan itu bisa selesai. “Menulis itu dari hati, ada alasan di dalam penulisan itu. Sehingga bermanfaat bagi orang lain.” Kata A. Fuadi. “Jika buku itu best seller adalah bonus.”

 

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan negeri tamu Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.

Merayakan Sastra Bersama Aan Mansyur

Merayakan Sastra Bersama Aan Mansyur

Kuala Lumpur (2/5/2018)—Memasuki hari ke-6, Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair 2018) yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC) terlihat lengang karena hari ini merupakan hari kerja, walaupun transaksi penjualan buku masih tetap tinggi.

Di hari ini, Indonesia sebagai Negara Tamu KLIBF 2018 menghadirkan penyair muda, Aan Mansyur. Aan Mansyur adalah nama yang tidak asing lagi di Malaysia, khususnya di pasar sastra. Dengan judul talkshow “Merayakan Sastra bersama Aan Mansyur”, pencipta puisi yang dibacakan Rangga dalam film AADC2 ini menceritakan perkembangan dunia sastra Indonesia yang mengalami peningkatan dalam hal judul, penulis, dan minat penerbit yang mau menerbitkan karya sastra, khususnya puisi. “Anak-anak remaja sekarang mulai membaca puisi, dulu mana ada? Penerbit pun skeptis untuk menerbitkan puisi, sekarang tidak lagi. Dulu tidak ada jenis pekerjaan ‘penulis’ di kartu identitas, tetapi sekarang ada dan itu cukup membanggakan,” ujar Aan.

Aan juga menyatakan kalau ada ketimpangan pasar antara buku sastra Indonesia dan Malaysia. Buku-buku Indonesia dengan mudahnya masuk ke pasar Malaysia, tetapi tidak sebaliknya. Penyebabnya ada beberapa, seperti keengganan masyarakat Indonesia untuk membaca buku Malaysia, pemahaman bahwa Malaysia itu hanya ada buku-buku Melayu, dan yang utama adalah bahasa. “Walaupun kita serumpun dan bahasa di negara kita banyak kata yang sama, tapi ternyata untuk membaca buku Malaysia, saya perlu membaca Kamus Bahasa Malaysia keluaran Dewan Bahasa,” ujar Aan. Hal itu lah yang membuat buku-buku Malaysia tidak banyak beredar di pasar Indonesia menurut Aan.

Selain pembahasan peredaran buku, Aan juga menceritakan bagaimana menjaga hubungan dengan penerbit dan pentingnya pameran buku. Indonesia memiliki Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Komite Buku Nasional (KBN). Kedua organisasi ini membantu para penerbit, penulis, dan pekerja kreatif untuk tampil di beberapa pameran buku, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Frankfurt Book Fair, Bologna Book Fair, Beijing International Book Fair, London Book Fair, dan khususnya Kuala Lumpur International Book Fair ini.
“Buku saya sebentar lagi akan terbit dari hasil program residensi penulis ketika dikirim ke Polandia. Semoga buku tersebut bisa juga diterbitkan di Malaysia,” kata Aan sambil tersenyum. Aan merupakan penerima program untuk penulis, yaitu Residensi Penulis Indonesia, yang diberikan oleh KBN. Program ini memberikan kesempatan bagi penulis untuk belajar dan mengembangkan potensinya di negara-negara di dunia. Ketika kembali penulis itu diharuskan menulis buku dan Aan merupakan satu-satunya penulis yang memilih Polandia sebagai negara tujuan untuk belajar.

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan negeri tamu Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition.

Habiburrahman El Shirazy—Dari Novel Best Seller ke Film

Habiburrahman El Shirazy—Dari Novel Best Seller ke Film

Kuala Lumpur (1/5/2018)— Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair 2018) yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC) sejak pagi sudah dipadati pengunjung. Di Ibukota Malaysia ini juga sedang menikmati hari libur “Hari Buruh Internasional” yang jatuh pada hari ini. Terhitung dari tahun ke tahun, “hari buruh” merupakan hari dengan jumlah pengunjung terbanyak yang hadir di KLIBF.

“Malaysia bagi saya sudah menjadi rumah kedua,” ujar Habiburrahman El Shirazy. Di usianya yang ke-25 tahun ketika pulang dari Kairo, Mesir, Habiburrahman yang dikenal dengan panggilan Kang Abik pernah diundang oleh Dewan Bahasa Kuala Lumpur untuk menghadiri Kuala Lumpur World Reading dan menjadi penyair termuda yang hadir di acara tersebut. Dalam sharing-nya, Kang Abik menyatakan jika beliau mengawali profesi penulis dengan menulis cerpen dan puisi. Secara profesional, ia juga menjadi penerjemah buku-buku dari Kitab-Kitab Arab ke bahasa Indonesia.

Baginya menulis adalah mengamalkan ilmu dan berdakwah, juga semata-mata ibadah kepada Allah SWT. Itu merupakan niatan awal mengapa Kang Abik menulis. Ia bukan menulis karena ingin membuat buku best seller, tetapi karena niatan tulus itulah yang membuahkan sesuatu hal yang luar biasa. “Profesi penerjemah merupakan cara Allah mendidik saya untuk menjadi penulis agar saya bisa duduk lama di depan komputer dan menulis buku.”

Ia juga berbagi tentang bagaimana menerbitkan buku best seller. Apabila menginginkan buku best seller, ada beberapa hukum yang harus dipatuhi menurut Kang Abik. Sama seperti memasak makanan, makanan itu harus laku dijual, sama halnya seperti buku bestseller. Diawali makanan itu harus enak, begitu juga dengan tulisan. Hasil karyanya harus bisa dinikmati banyak orang. Selain itu, makanan juga harus bergizi sehingga dibeli banyak orang, sama juga dengan buku, tulisannya harus berisi ilmu. Jika buku itu memberikan nilai lebih pasti dengan sendirinya akan menjadi best seller dan akan membuka peluang-peluang lain, seperti diangkat ke dalam film, bahkan ke hal lainnya.

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan negeri tamu Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition.

Penghargaan Malaysia untuk Para Penulis Indonesia

Penghargaan Malaysia untuk Para Penulis Indonesia

Siaran Pers
10/SP/IKAPI-KLIBF/IV/2018

Kuala Lumpur— Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair 2018) yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC) terus diramaikan oleh pengunjung.
Penerbit Mizan menghadirkan penulis cilik yang ikut memeriahkan KLIBF 2018, Ahad (30/4/2018). Fayanna Ailisha Davianny (13 tahun) adalah salah satu penulis cilik “Kecil-Kecil Punya Karya” yang telah menulis buku sebanyak 42 judul sejak umur 7 tahun. Fayanna memberikan beberapa tips bagi para pelajar yang ingin menjadi penulis dalam membuat buku, yaitu: “harus konsisten, tidak mengganggu jadwal sekolah, tidak boleh bermain gadget setiap waktu dan terus membaca.”
Kecintaan Fayanna pada buku diawali oleh kebiasaan orangtuanya yang suka membaca buku. Fayanna pun sering dibacakan buku oleh orangtuanya sejak usia satu tahun. Fayanna menang dalam berbagai kompetisi menulis hingga bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo.
Pada hari ini juga, 3 buku karya penulis Indonesia mendapatkan kategori pada Anuegerah Buku 2018 yaitu “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Darmono, “Dilan” karya Pidi Baiq dan “Sang Pemimpi” karya Andrea Hirata. Penghargaan yang diberikan oleh Ketua Yayasan Pembangunan Buku Negara di Hotel Seri Pasific, Kuala Lumpur.
KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition. *
*****************************

Kuala Lumpur (30/4/2018)—“Sebagai Negara Tamu” di Kuala Lumpur International Book Fair, Ikapi ingin mengambil peluang ini untuk membawa industri penerbitan Indonesia agar terus semakin berkembang di pasar Malaysia. Hal ini terbukti dengan banyaknya buku Indonesia yang beredar di pasar Malaysia khususnya stan-stan di Pesta Buku, pertemuan bisnis dengan reseller dan penerbit yang selalu ada sejak Pesta Buku dibuka.

Pada hari ini, sebuah prestasi telah terukir karena telah terjadinya penjualan hak cipta terjemahan ke beberapa penebit di Malaysia. Diantaranya:

1. Penerbit re:ON Comics dengan Kadokawa Gempak Starz
1. Population Zero, Penulis: Kristedy Rinto dan Erde.
2. Grandpa is Here, Penulis: Nan Nan,
3. Shivers vol 1, Penulis: Andik Prayogo dkk.
4. Shivers vol 2, Penulis: Andik Prayogo dll
5. Shivers vol.3, Penulis: Andik Prayogo dkk.

2. Penerbit Zikrul Bestari dan Kiddibird Sdn Bhd untuk judul “Veri si Kapal Laut” dari seri Transportasi, karangan Husna Nulfia dan Komarudin.

Selain penjualan hak cipta terjemahan, ada juga kerjasama Co-Publishing yaitu:

1. Penerbit Zikrul Bestari dengan Pustaka Nasional PTE LTD dari Singapore untuk judul seri “Veri si Kapal Laut Menjelajah Negeri Asia” karangan Husna Nulfia dan Komarudin.
2. Yayasan Pustaka Obor dengan ITBM (Institut Terjemahan Buku Malaysia) untuk buku Harimau-Harimau karangan Muchtar Lubis.

*****************************

Kuala Lumpur (30/4/2018)—Stan Paviliun Indonesia selain dimeriahkan acara talkshow dan meet and greet penulis, juga menyajikan acara “Belajar Membatik” dengan pembicara Pak Andik dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang menceritakan sejarah Batik dan jenis-jenis Batik Indonesia.

Kuala Lumpur (30/4/2018)—Kunjungan pelajar-pelajar sekolah dasar dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur untuk menghadiri meet and greet bersama Fayanna Ailisha Davianny membicarakan cita-cita, hobi, dan kecintaannya terhadap buku mendapatkan sambutan yang meriah di Paviliun Indonesia.

Industri Kreatif Indonesia dan Peluang Pengembangan Intelektual Properti

Industri Kreatif Indonesia dan Peluang Pengembangan Intelektual Properti

Siaran Pers

09/SP/IKAPI-KLIBF/IV/2018

 

Kuala Lumpur– Membicarakan industri kreatif di Indonesia, penerbitan menjadi sub-sektor yang mewakili sub-sektor industri kreatif lainnya, semua sub-sektor perlu buku. “Dari 250 juta jumlah penduduk Indonesia ada 300 juta unit-unit influence usaha kreatif, lebih besar dari population itu menggambarkan bagaimana Indonesia ke depan di industri kreatif itu.” ujar Ricky Pesik selaku Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI di Panggung Utama Kuala Lumpur International Book Fair. Indonesia memiliki 17.000 lebih pulau, 700 lebih bahasa, 1000 lebih etnis budaya dimana semuanya merupakan sumber konten untuk industri kreatif ke depan.

 

Presiden Joko Widodo mengatakan “Bahwa Industri kreatif harus jadi tulang punggung Indonesia nanti ke depan.” Itu merupakan visi yang dibangun oleh Presiden Indonesia di tahun 2015 yang kemudian berkembang menjadi misi-misi yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif.

 

Dari segi statistik, walaupun banyak debat yang mengatakan bahwa industri penerbitan turun karena digitalisasi tapi penerbitan adalah industri yang bergerak bukan hanya di penjualan fisik buku. Industri kreatif sendiri memberikan kontribusi yang masih cukup dominan. “Penerbitan memberikan kontribusi sekitar 6 persen dari capital industri itu sendiri” ujar Ricky Pesik. Menurutnya, Industri buku di Indonesia masih bisa terus berkembang karena masih banyak memiliki ruang, peluang, dan kesempatan memajukan daerah-daerah lain di luar di Indonesia yang sedang bertumbuh sehingga bisa memberikan peluang bagi penerbitan di Indonesia.

 

Indonesia perlu tampil lebih maju di panggung dunia. Karenanya, penting untuk mempromosikan karya-karya literatur Indonesia secara konsisten. Untuk itu pemerintah terus mendukung adanya kesempatan-kesempatan tampil di pameran buku internasional. Hubungan bisnis ini tercipta melalui penjualan hak cipta terjemahan (copy right) atau pembelian fisik melalui penerbit, distributor atau toko buku yang ada di Malayasia. KLIBF menjadi  salah satu pameran yang penting bagi konten Indonesia. Gaung internasional pun semakin besar setelah Indonesia menjadi Guest of Honour ketika di Frankfurt Book Fair 2015 yang lalu.

 

“Dari sinilah pengembangan Intellectual Property (IP). Kita baru tahu bahwa kita memiliki potensi yang luar biasa. Kami pun mencatat sudah lebih dari 1000 judul buku Indonesia telah dibeli copyrightnya oleh penerbit asing” ungkap Rosidayati Rozalina selaku Ketua Umum Ikapi Indonesia yang mewakili penerbit-penerbit Indonesia di KLIBF 2018.

 

Di dunia  kreatif khususnya komik, tahun 90-an industri komik di Indonesia mati suri. Lalu sejak tahun 2010-an komik Indonesia semakin meningkat. Dimulai dari tahun 2011 judul seri buku “Si Juki” sudah terbit hingga 20 judul. “Komik bisa menjadi hulu industri kreatif, pengembangan potensi Intelectual Property (IP) semakin besar seperti animasi, video, games, film hingga merchandise,” ungkap Faza Meonk selaku Visual Entertainer sekaligus content creator.

 

Faza yang diundang panitia untuk  hadir di KLIBF 2018 ini berkeinginan mengembangkan karakter “Si Juki” bersama Penerbit Malaysia, berkolaborasi dengan komikus Malaysia sehingga dapat melahirkan buku-buku baru hasil kerjasama antara kedua negara tersebut.

 

Malaysia menempati urutan kedua untuk peminat “Si Juki” setelah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kesamaan budaya yang memungkinkan Si Juki laku di pasar Malaysia. Si Juki the Movie yang sudah dimainkan di bioskop di Indonesia pada Desember 2017 lalu berhasil menarik 700.000 penonton. Ini merupakan bukti keberhasilan film animasi yang mencatat jumlah penonton terbanyak dan jumlah buku yang sudah terjual lebih dari 40.000 eksemplar.

 

KLIBF diselenggarakan di Putra World Trade Center tanggal 27 April hingga 6 Mei 2018. Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition.

 

Penyair kenamaan Sapardi Djoko Darmono Hadir di KLIBF 2018

Penyair kenamaan Sapardi Djoko Darmono Hadir di KLIBF 2018

Siaran Pers

08/SP/IKAPI-KLIBF/IV/2018

Penyair Sapardi Djoko Darmono Meriahkan KLIBF 2018

 

Kuala Lumpur—Penyair kenamaan Indonesia Sapardi Djoko Darmono hadir di ajang Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair 2018) yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC), Sabtu 28 April 2018.  Sapardi yang juga dikenal sebagai guru besar sastra Universitas Indonesia ini hadir mengisi acara di Panggung Utama KLIBF.

 

Tak pelak, kehadiran Sapardi mendapat sambutan luas dari publik Malaysia dan Indonesia yang hadir di KLIBF. Selain bincang-bincang, pembacaan puisi dan tanya jawab diikuti dengan sesi tanda tangan dan foto bersama. Acara pun berlanjut di Paviliun Indonesia untuk bincang lebih dalam dengan Pak Sapardi. Dalam acara tersebut, Sapardi mengupas berbagai hal di antaranya potensi sastra Indonesia di Pasar Malaysia dan perkembangan sastra Indonesia ketika mendapatkan kesempatan go-international. Sapardi menjawab pertanyaan audiens tentang karya sastra yang bagus. Beliau menjawab, “Karya sastra yang baik akan dibaca oleh banyak orang dan dalam berbagai bahasa, dan bukan hanya dibaca pada zaman ketika buku itu ditulis.” Ia menambahkan, sastra yang bagus adalah yang bisa dibaca oleh siapapun dan di masa kapanpun.

Menurut dosen senior di Institut Kesenian Jakarta ini, sastra yang bagus adalah sastra yang setiap kali dibaca akan memberikan makna yang berbeda-beda.” Untuk itu, ia menganjurkan bagi penulis maupun pembaca buku untuk membaca buku sebanyak-banyaknya karena itulah salah satu sumber kekayaan.

 

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.*

 

 

 

 

 

PEMBUKAAN KLIBF 2018

PEMBUKAAN KLIBF 2018

Siaran Pers

07/SP/IKAPI-KLIBF/IV/2018

Kuala Lumpur (28/4/2018)—Pesta Buku Antar Bangsa Kuala Lumpur International Book Fair 2018 resmi di buka di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, 28 April 2018. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Malaysia Book Fair, Ikatan Penerbit Indonesia, dan mewakili pemerintah Indonesia, Wakil Kepala Bekraf Joseph Ricky Pesik. Acara ini dibuka oleh Tan Sri Haji Muhammad Amin Nordin bin Abdul Aziz, Datuk Bandar Kuala Lumpur.

 

Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu di Kuala Lumpur International Book Fair atau yang lebih dikenal dengan Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur yang ke-37. Sebagai pesta buku terbesar di Malaysia dan Asia Tenggara, KLIBF telah mengalami perkembangan dan penyesuaian mengkuti adanya kebijakan pemerintah, perubahan ekonomi, serta tren buku dari fisik ke digital yang semuanya sangat berpengaruh terhadap industri buku itu sendiri.

 

Ishak Hamzah selaku presiden Mabopa mengatakan “Untuk mengatasi perubahan yang terjadi, PBAKL melakukan beberapa pendekatan baru dengan menghadirkan banyak aktivitas dan acara-acara. Tahun ini mengadakan negara tamu yaitu Indonesia, Arab Saudi dan Kedah.”

 

Dalam pernyataannya,  Joseph Ricky Pesik selaku Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI menyampaikan “Dipilihnya Indonesia sebagai negara tamu di KLIBF adalah suatu satu rangkaian dimana sebelumnya Malaysia telah menjadi negara tamu di Indonesia International Book Fair tahun 2016.” Semakin dikenalnya Indonesia di mata international, Indonesia banyak diundang sebagai negara tamu. Sebelumnya 2015 di Frankfurt Book Fair dan nanti sebagai Market Focus di London Book Fair.

 

Kehadiran Indonesia sebagai Negeri Tamu dalam ajang KLIBF ini tak lepas dari dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kerjasama erat ini menunjukkan keseriusan dari pihak pemerintah untuk pengetahuan literasi yang sesuai tema yaitu merentas peradaban bangsa Indonesia dan Malaysia ke masa depan.

 

Untuk memeriahkan KLIBF, Indonesia juga akan menghadirkan penyair besar yaitu Sapardi Djoko Darmono. Dengan mengutip puisi Sapardi dengan judul Hujan Bulan Juni,

 

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

 

Kata puisi ini mencerminkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa yang serumpun.

 

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

 

Persahabatan dan hubungan antara bangsa dalam usaha berbagi pengetahuan khususnya di bidang industri perbukuan dan perbadan masing-masing demi kemajuan literasi.

 

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

 

Begitu banyak harapan dalam kemajuan industri perbukuan, untuk itu kita haruslah saling mendukung demi kemajuan bersama.

Dalam sambutannya, walikota Kuala Lumpur, Tan Sri Haji Muhammad Amin Nordin bin Abdul Aziz menyampaikan selamat kepada panitia pelaksana pameran buku yang bekerjasama dengan berbagai pihak, demi terlaksananya pameran ini.

“Buku merupakan manifestasi kecintaan kita terhadap ilmu,” Ungkap Tan Sri. Malaysia sebagai sebuah negara yang hendak menjadi negara maju jelang 2020, berupaya memajukan pendidikan dimana setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Untuk keperluan pendidikan, bidang penerbitan buku menjadi sangat penting.

 

Negara-negara barat berupaya memajukan buku dimana ia menjadi jembatan bagi kemajuan. Di Cina, Jepang, Korea Selatan, penerbitan buku sangat pesat. Untuk itu kita harus belajar dan be

 

KLIBF diselenggarakan di Putra World Trade Center tanggal 27 April-6 Mei 2018. Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition.

 

 

*************************

 

Indonesia Makin Dikenal di Pentas Perbukuan Dunia

Kuala Lumpur—Pesta Buku Antar Bangsa Kuala Lumpur International Book Fair 2018 resmi dibuka di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, 28 April 2018. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Malaysia Book Fair, Ikatan Penerbit Indonesia, dan mewakili pemerintah Indonesia, Wakil Kepala Bekraf Joseph Ricky Pesik. Acara ini dibuka oleh Tan Sri Haji Muhammad Amin Nordin bin Abdul Aziz, walikota Kuala Lumpur.

 

Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu di Kuala Lumpur International Book Fair atau yang lebih dikenal dengan Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur yang ke-37. Sebagai pesta buku terbesar di Malaysia dan Asia Tenggara, KLIBF telah mengalami perkembangan mengikuti kebijakan pemerintah, perubahan ekonomi, serta tren buku dari fisik ke digital yang semuanya sangat berpengaruh terhadap industri buku.

 

Presiden Malaysia Book Publisher Association (Mabopa) Ishak Hamzah mengatakan, “Untuk mengatasi perubahan yang terjadi, PBAKL (Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur atau KLIBF) melakukan beberapa pendekatan baru dengan menghadirkan banyak aktivitas dan acara-acara. Tahun ini mengadakan negara tamu yaitu Indonesia, Arab Saudi dan Kedah.”

 

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Joseph Ricky Pesik hadir mewakili pemerintah Indonesia untuk memberikan sambutan. “Dipilihnya Indonesia sebagai negara tamu di KLIBF adalah suatu satu rangkaian dimana sebelumnya Malaysia telah menjadi negara tamu di Indonesia International Book Fair tahun 2016,” ujarnya. Semakin dikenalnya Indonesia di mata international, sehingga membuat Indonesia banyak diundang sebagai negara tamu. Sebelumnya, Indonesia tampil sebagai Tamu Kehormatan (Guest of Honour) pada 2015 di Frankfurt Book Fair dan direncanakan akan tampil sebagai Market Focus di London Book Fair 2019.

 

Kehadiran Indonesia sebagai Negeri Tamu dalam ajang KLIBF ini tak lepas dari dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kerjasama erat ini menunjukkan keseriusan dari pihak pemerintah untuk meningkatkan literasi nasional. Untuk memeriahkan KLIBF, Indonesia juga akan menghadirkan penyair besar yaitu Sapardi Djoko Damono.

 

KLIBF berlangsung sejak tanggal 27 April sampai 6 Mei 2018 di Putra World Trade Center. Tahun ini Indonesia hadir sebagai negara tamu bersama dengan Arab Saudi dan Kedah. Kehadiran ini didukung sepenuhnya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. KLIBF juga diisi dengan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.*

 

 

 

 

 

Undangan untuk Penerbit Anggota Ikapi

Undangan untuk Penerbit Anggota Ikapi

Ikatan Penerbit Indonesia

Mengundang penerbit untuk menghadiri

Kuala Lumpur International Book Fair

Putra World Trade Center, 27 April-6 Mei 2018

dan mengikuti business matchmaking dengan penerbit Malaysia

Kuala Lumpur Trade and Copyrights Center

Putra World Trade Center, 30 April 2018
Sesi I: Pk.10.00-12.00
Sesi II: Pk. 14.00-16.00

Informasi: Nung Atasana (+62 811-156-950)

Berlangganan info dan artikel dari kami

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Share This