Link

Undangan untuk Penerbit Anggota Ikapi

Undangan untuk Penerbit Anggota Ikapi

Ikatan Penerbit Indonesia

Mengundang penerbit untuk menghadiri

Kuala Lumpur International Book Fair

Putra World Trade Center, 27 April-6 Mei 2018

dan mengikuti business matchmaking dengan penerbit Malaysia

Kuala Lumpur Trade and Copyrights Center

Putra World Trade Center, 30 April 2018
Sesi I: Pk.10.00-12.00
Sesi II: Pk. 14.00-16.00

Informasi: Nung Atasana (+62 811-156-950)

Paviliun Indonesia di KLIBF 2018 Tampilkan Ribuan Buku

Paviliun Indonesia di KLIBF 2018 Tampilkan Ribuan Buku

Indonesia akan menjadi Negara Tamu dalam perhelatan Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) 2018. KLIBF akan diselenggarakan di Putra World Trade Center tanggal 27 April-6 Mei 2018. KLIBF merupakan pameran buku dengan konsep Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C). Dengan skala pameran yang cukup besar, terdiri dari 800 stan dan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 2 juta pengunjung.

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) yang mengkoordinir kehadiran Indonesia sebagai Negara Tamu di KLIBF telah menyeleksi buku-buku terbaik dan memiliki potensi nilai jual untuk pasar Malaysia yang diajukan oleh para penerbit dan penulis.

“Terdapat 1010 judul buku dengan volume sebanyak 10,838 eksemplar buku yang akan ditampilkan di Paviliun Indonesia di KLIBF 2018,” ungkap Rosidayati Rozalina, Ketua Umum Ikapi. Ia menambahkan, buku yang ditampilkan dari berbagai genre: anak, sastra, komik, islami, keterampilan, pengetahuan umum, dll. Berasal dari berbagai penerbit, antara lain Asma Nadia Publishing, Republika, Dar Mizan, Bentang Pustaka, Mizan Publishing, Noura Book, CAB, Pelangi Mizan, Zikrul Hakim, Bestari, Zettaminds Studio, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Wahana Inspirasi Nusantara, Tazkia Publishing, Rosdakarya, Prasetiya Mulya, Inari, Haru, Zettu, Skylar Books, Sinar Kejora, Rak Buku, Penebar Swadaya, Penebar Plus, PACI, Lafazh Kids, JB Publisher, Cerdas Interaktif, Bypass, Bee Media, Aksara Plus, Maghfirah Pustaka, Nakhlah Pustaka, Pustaka Mina, Papas Sinar Sinanti, Kesaint Blanc, Indie Book Corner, Gre Publishing, Gramata, Pustaka Al Kautsar, Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Bhuana Ilmu Populer, Grasindo, Kepustakaan Populer Gramedia dan M & C.

Husni Syawie, Ketua Panitia Kehadiran Indonesia sebagai Negara Tamu KLIBF 2018, mengatakan, jumlah buku ini akan bertambah karena sejumlah penerbit dan penulis juga akan membawa buku secara langsung (hand carry) untuk ikut serta ditampilkan di Paviliun Indonesia. Ikapi memang membuka kesempatan bagi penerbit atau penulis yang akan membawa secara langsung buku-bukunya untuk ditampilkan di Paviliun Indonesia.
Penerbit dan penulis bisa menginformasikan data buku kepada panitia untuk diseleksi dan didaftarkan dalam POS penjualan. Data buku terdiri dari komponen judul buku, nama penulis, nama penerbit, ISBN, harga dan kuantiti.

Informasi mengenai hal ini bisa menghubungi sekretariat Ikapi (021) 314 1907 atau Dian Andiani (0812 86494677).

Menjadi Negara Tamu di KLIBF: Kesempatan Terbaik untuk Go-International dan Berbagi Literatur

Menjadi Negara Tamu di KLIBF: Kesempatan Terbaik untuk Go-International dan Berbagi Literatur

Sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kita, bangsa Indonesia, ketika di tahun 2018 ini Indonesia menjadi Negara Tamu di Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF). Hal ini menjadi langkah yang sangat strategis untuk meningkatkan posisi perbukuan dan karya kreatif Indonesia di kancah dunia serta menjadi yang terdepan di Asia Tenggara. Hal ini juga merupakan rangkaian upaya perbukuan Indonesia untuk go-international, yang telah diawali dengan menjadi Negara Tamu Kehormatan (Guest of Honor) di Frankfurt Book Fair 2015 serta Market Focus the London Book Fair di tahun 2019 nanti.

Sampai saat ini, Malaysia merupakan pasar internasional terbesar untuk buku-buku Indonesia, baik hak cipta maupun buku fisik. Penjualan copyrights buku Indonesia ke penerbit Malaysia bahkan sudah terjadi sejak tahun 1980-an. Pembaca buku berbahasa Indonesia di Malaysia juga berkembang dengan baik. Distributor dan reseller yang menjual buku-buku Indonesia bermunculan dan penulis Indonesia pun populer di Malaysia. Malaysia juga merupakan negara yang rutin ikut serta di Indonesia International Book Fair (IIBF) dan telah menjadi Tamu Kehormatan di IIBF 2016. Dengan semua latar belakang itu, menjadi Negara Tamu di Malaysia menjadi penting untuk mengukuhkan hubungan yang sudah terjalin selama ini agar menjadi lebih kuat dan serta peningkatan bisnis di masa yang akan datang yang memberikan dampak pada peningkatan ekspor buku dan karya kreatif Indonesia.

KLIBF akan diselenggarakan di Putra World Trade Center tanggal 27 April-6 Mei 2018. Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle  Exhibition.

Rosidayati Rozalina, Ketua Umum Ikapi mengatakan bahwa, KLIBF juga merupakan pasar internasional bagi penerbit dan distributor buku-buku asing. Maka, kehadiran Indonesia di KLIBF tidak hanya menyasar pasar Malaysia tapi juga pasar dunia. “Dalam kesempatan ini, Ikapi mengajak para penerbit dan penulis untuk memanfaatkan kehadiran Indonesia sebagai Negara Tamu KLIBF ini sebagai ajang dan kesempatan terbaik bagi penerbit dan penulis Indonesia untuk go-international,” ungkapnya.

Untuk melakukan pemasaran hak cipta, para penerbit bisa menjadi co-exhibitor di KLIBF dan memanfaatkan area bisnis yang terdapat di Paviliun Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan para penerbit atau relasi. Penerbit juga bisa mengikuti kegiatan business matchmaking di area Kuala Lumpur Trade and Copyrights Center (KLTCC) yang diselenggarakan tanggal 30 April-2 Mei 2018. Para penerbit juga bisa menggunakan jasa Borobudur Literary Agent, salah satu unit usaha Ikapi untuk membantu para penerbit Indonesia dalam memasarkan hak ciptanya ke penerbit di berbagai negara.

Nung Atasana, Direktur Borobudur Literary Agent dan selaku koordinator pemasaran hak cipta di kepanitian KLIBF mengatakan saat ini sudah ada beberapa penerbit yang tertarik untuk hadir, menjadi co-exhibitor dan mendaftarkan diri mengikuti paket perjalanan Ikapi ke KLIBF, di antaranya Gre Publishing, Mizan, Salam Book, CV Diponegoro, Tazkia Publishing, Prasetiya Mulya, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Gramedia dan re:On Comics. Beberapa penerbit yang mempercayakan pemasaran hak cipta buku-bukunya ke Borobudur Literary Agent antara lain Kanisius, Gramata, Litara Foundation, Tiga Serangkai, Baca, Lily & Eddy, Aksa Berama Pustaka, Maghfirah Pustaka, Penerbit Haru, Rabbit Hole, Andi Publisher, Kesaint Blanc dan Al Mawardi Prima.

“Indonesia dan Malaysia punya hubungan istimewa. Kedua bangsa memiliki kultur yang berdekatan, sehingga melahirkan buku-buku yang kurang lebih diterima di kedua masyarakat secara seimbang. Buku-buku bestseller Indonesia cenderung menjadi bestseller juga di Malaysia–Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Dilan, dll. Maka berbagi literatur dengan Malaysia adalah visi yang paling realistis dibandingkan dengan bangsa lain mana pun,” ungkap Husni Syawie yang menjadi Ketua Panitia kehadiran Indonesia sebagai Negara Tamu KLIBF.

 

 

 

 

 

 

 

 

JADIKAN MEMBACA GAYA HIDUP!

JADIKAN MEMBACA GAYA HIDUP!

Gerakan literasi sepertinya sedang mulai digalakan lagi, walau masih terdengar sayup tapi budaya membaca dan menulis ini wajib terus diteriakan demi untuk kemajuan bangsa. Banyak jejak pendapat yang membahas persolaan literasi ini, termasuk soal cara bagaimana membuat masyarakat kembali memilik budaya membaca sebelum radio dan televisi hidup. Jika dikaitkan pada budaya, memang butuh penelitian kembali apakah Indonesia salah satu negara yang memiliki budaya membaca dari kaum brahmana sampai sudra sekalipun. Lain dengan negara sakura yang memang jelas punya kebiasan membuka buku.

Jika menumbuhkan kembali budaya membaca agaknya jadi sulit, kenapa tidak jadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup. Para kaum hijau yang mengklaim memiliki budaya back to nature, atau para kaula muda yang menjadi kopi sebagai gaya hidup mereka. Membaca buku sepertinya harus dijadikan sebagai ajang yang menarik dan dibagi ke dalam beberapa genre untuk menarik segmen pasar lebih banyak. Hal terpenting dalam menciptakan kehangatan membaca adalah: mulai dari bidang yang diminati. Kalau tidak berasal dari keluarga yang hobi membaca mulailah membaca hal ringan-ringan saja. Seperti hal berikut ini, novel setebal bantal dengan bahasa terlalu tinggi untuk dilirik saja seperti malas. Nah, kalian, para penyuka khayalan, bisa coba dengan membaca cerita pendek (cerpen). Berikut 20 daftar cerita pendek terbaik di Indonesia versi GoodRead’s:

1 9 dari Nadira 
by Leila S. Chudori
3.96 avg rating — 820 ratingsscore: 4,168, and 42 people voted
2 Karena Kita Tidak Kenal 
by Farida Susanty (Goodreads Author)
3.76 avg rating — 413 ratingsscore: 3,292, and 33 people voted
3 Robohnya Surau Kami 
by A.A. Navis
3.89 avg rating — 2,194 ratingsscore: 3,069, and 31 people voted
4 Seribu Kunang-kunang di Manhattan 
by Umar Kayam
3.76 avg rating — 791 ratingsscore: 2,390, and 24 people voted
5 Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi 
by Seno Gumira Ajidarma
3.68 avg rating — 583 ratingsscore: 1,791, and 18 people voted
6 Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade 
by Dee Lestari (Goodreads Author)
3.81 avg rating — 8,301 ratingsscore: 1,579, and 16 people voted
7 Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia 
by Agus Noor
3.87 avg rating — 252 ratingsscore: 1,577, and 16 people voted
8 Kereta Tidur 
by Avianti Armand
3.80 avg rating — 242 ratingsscore: 1,490, and 15 people voted
9 Catatan Orang Gila 
by Han Gagas
3.67 avg rating — 43 ratingsscore: 1,396, and 14 people voted
10 Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek 
by Seno Gumira Ajidarma
3.72 avg rating — 495 ratingsscore: 1,368, and 14 people voted
11 Orang-Orang Bloomington 
by Budi Darma
3.97 avg rating — 351 ratingsscore: 1,172, and 12 people voted
12 Sihir Perempuan 
by Intan Paramaditha
3.68 avg rating — 186 ratingsscore: 1,096, and 11 people voted
13 Rectoverso 
by Dee Lestari (Goodreads Author)
3.83 avg rating — 5,575 ratingsscore: 1,084, and 11 people voted
14 Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek 
by Djenar Maesa Ayu
3.33 avg rating — 660 ratingsscore: 995, and 10 people voted
15 Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd 
by Maggie Tiojakin
3.77 avg rating — 333 ratingsscore: 950, and 10 people voted
16 Malam Terakhir 
by Leila S. Chudori
3.69 avg rating — 403 ratingsscore: 890, and 9 people voted
17 Rahasia Selma: Kumpulan Cerita 
by Linda Christanty
3.58 avg rating — 248 ratingsscore: 878, and 9 people voted
18 Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu 
by A.S. Laksana
3.70 avg rating — 339 ratingsscore: 871, and 9 people voted
19 Cerita Dari Blora: Kumpulan Cerita Pendek 
by Pramoedya Ananta Toer
3.89 avg rating — 580 ratingsscore: 856, and 9 people voted
20 Negeri Para Peri 
by Avianti Armand
3.97 avg rating — 190 ratingsscore: 789, and 8 people voted

 

Permen No.122 Th. 2013, Buku Bebas PPN

Permen No.122 Th. 2013, Buku Bebas PPN

Banyak kendala yang saat ini dihadapi untuk menjamin ketersediaan buku, selain harga buku dirasakan masih tinggi oleh masyarakat, dan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah, kurang meratanya distribusi buku ke seluruh pelosok tanah air, kerap memicu terjadinya praktek-praktek ilegal seperti pembajakan buku serta upaya-upaya pelarian pajak yang seharusnya dibayar. Untuk menekan permasalahan tersebut serta mengurangi kesenjangan ketersediaan buku, pada tanggal 27 Agustus 2013 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan di bidang perpajakan yaitu Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 122/PMK.011/2013 tentang Buku-Buku Pelajaran Umum, Kitab Suci, dan Buku-Buku Pelajaran Agama yang atas Impor dan/atau Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.

Pembebasan PPN

Berdasarkan ketentuan PMK No 122 Tahun 2013, atas impor dan/atau penyerahan buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama, dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kitab suci yang mendapatkan pembebasan PPN yaitu:

  • Kitab suci agama Islam meliputi kitab suci Alquran, termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian, dan Jus Amma;
  • Kitab suci agama Kristen Protestan meliputi kitab suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian;
  • Kitab suci agama Katolik meliputi kitab suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian;
  • Kitab suci agama Hindu meliputi kitab suci Weda, Smerti, dan Sruti, Upanisad, Itihasa, Purnama, termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian;
  • Kitab suci agama Budha meliputi kitab suci Tripitaka termasuk tafsir dan terjemahannya baik secara keseluruhan maupun sebagian; dan
  • Kitab lainnya yang telah ditetapkan sebagai kitab suci oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama atau pejabat lain yang ditunjuk oleh menteri dimaksud.

Sedangkan untuk buku-buku pelajaran agama yang dimaksud adalah buku-buku fiksi dan nonfiksi untuk meningkatkan pendidikan dan kecerdasan bangsa, yang merupakan buku-buku pelajaran pokok, penunjang dan kepustakaan di bidang agama.

Buku-buku pelajaran umum yang dimaksud merupakan buku-buku fiksi dan nonfiksi untuk meningkatkan pendidikan dan kecerdasan bangsa, yang merupakan buku-buku pelajaran pokok, penunjang dan kepustakaan, dan yang tidak termasuk dalam pengertian buku-buku pelajaran umum antara lain:

  • buku hiburan;
  • buku musik;
  • buku roman populer;
  • buku sulap;
  • buku iklan;
  • buku promosi suatu usaha;
  • buku katalog di luar keperluan pendidikan;
  • buku karikatur;
  • buku horoskop;
  • buku horor;
  • buku komik;
  • buku reproduksi lukisan.

Buku-buku yang tidak termasuk dalam pengertian buku-buku pelajaran umum tersebut, dapat dikategorikan sebagai buku-buku pelajaran umum apabila buku-buku tersebut, telah disahkan sebagai buku pelajaran umum oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan atau pejabat lain yang ditunjuk oleh menteri dimaksud. Kewenangan pemberian rekomendasi sebagai buku pelajaran umum yang dapat dibebaskan PPN nya ada pada dua menteri, yaitu Menteri Pendidikan Nasional untuk jenis buku-buku pelajaran umum dan Menteri Agama untuk buku-buku pelajaran agama dan kitab suci. Kemudian dalam implementasinya, kewenangan Menteri Pendidikan Nasional untuk menilai buku-buku pelajaran umum diserahkan pelaksanaannya Kepada Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional, sebuah unit eselon dua di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.

Persyaratan Administrasi Permohonan

Untuk memperoleh pembebasan dari pengenaan PPN atas impor dan/atau penyerahan buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama, orang pribadi atau badan yang melakukan impor dan/atau yang menerima penyerahan buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama tersebut tidak diwajibkan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Pertambahan Nilai yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

Namun, untuk memperoleh pembebasan dari pengenaan PPN atas impor dan/atau penyerahan buku-buku yang tidak termasuk dalam pengertian buku-buku pelajaran umum, orang pribadi atau badan yang melakukan impor atau yang menerima penyerahan buku-buku pelajaran umum diwajibkan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) PPN yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

Untuk mendapatkan rekomendasi sebagai buku pelajaran umum dan pengesahan buku yang tidak termasuk dalam kriteria buku pelajaran umum disahkan sebagai buku palajaran umum, pemohon harus memenuhi persyaratan administrasi sebagai berikut.

1. Pemohon rekomendasi dapat meliputi :
  a. Orang atau badan yang melakukan impor buku.
  b. Orang atau badan yang menerima penyerahan buku dalam negeri.
2. Pemohon yang melakukan impor buku :
  a. Mengajukan surat permohonan yang berisi data atau informasi buku meliputi : jumlah dan judul buku, nama penulis, nama penerbit, tahun penerbitan, sasaran peruntukan buku
  b. Surat permohonan dilampiri dokumen pendukung berupa :
    Foto copy identitas pemohon (seperti KTP , SIUP)
    Melampirkan contoh buku untuk masing-masing judul buku sebanyak satu eksemplar buku. Apabila contoh buku tidak dapat disampaikan maka sebagai gantinya pemohon menyampaikan abstraksi / resume isi buku, atau daftar buku (ISBN). Buku-buku contoh yang telah diserahkan kepada Pusat Perbukuan sebagai lampiran surat permohonan akan menjadi arsip Pusat Perbukuan.
    Foto copy dokumen impor berupa : Invoice, Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB).
    Foto copy dokumen kontrak pembelian atau dokumen yang dapat dipersamakan.
    Foto copy dokumen pembayaran dapat berupa Letter of Credit (L/C) atau bukti  transfer lainnya yang berkaitan dengan pembayaran impor.
  c. Dalam hal buku yang diimpor merupakan hibah dari pihak-pihak di luar negeri maka dokumen pendukung tambahan yang perlu dilampirkan adalah foto copy surat keterangan/pernyataan hibah dari pihak donatur atau dokumen sejenis yang dapat dipersamakan.
3. Pemohon yang menerima penyerahan buku dalam negeri :
  a. Mengajukan surat permohonan yang berisi data atau informasi buku meliputi : jumlah dan judul buku, nama penulis, penerbit, tahun penerbitan, sasaran peruntukan buku.
  b. Surat permohonan dilampiri dokumen pendukung berupa :
    1. Foto copy identitas pemohon (seperti KTP, SIUP)
    2. Melampirkan contoh buku untuk masing-masing judul buku sebanyak satu eksemplar buku. Apabila contoh buku tidak dapat disampaikan maka sebagai gantinya pemohon menyampaikan abstraksi / resume isi buku, atau daftar buku (ISBN). Buku-buku contoh yang telah diserahkan kepada Pusat Perbukuan sebagai lampiran surat permohonan akan menjadi arsip Pusat Perbukuan
    3. Foto copy dokumen kontrak pembelian atau dokumen yang dapat dipersamakan.

Prosedur Pemberian Rekomendasi sebagai Buku Pelajaran Umum

Surat permohonan rekomendasi sebagai buku pelajaran umum diajukan oleh pemohon kepada Kepala Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional dengan tembusan ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional.

Pusat Perbukuan akan melakukan administrasi penerimaan surat masuk sesuai dengan ketentuan tata administrasi yang berlaku di Pusat Perbukuan. Surat permohonan akan diperiksa kesesuaiannya dengan syarat-syarat administratif sebagaimana tercantum dalam subbab A. Surat permohonan yang tidak   lengkap akan dikembalikan untuk dilengkapi oleh pemohon.

Setelah syarat-syarat administrasi dipenuhi, dilanjutkan dengan proses penelaahan terhadap buku-buku yang diajukan dengan tujuan untuk mengkaji apakah buku-buku tersebut termasuk dalam kriteria sebagai buku-buku pelajaran umum, atau buku-buku tersebut tidak termasuk dalam kriteria sebagai buku pelajaran umum namun berdasarkan penelaahan dan kajian mendalam buku-buku tersebut disahkan sebagai buku pelajaran umum. Proses penelaahan dilakukan oleh Tim Penelaah dan hasil kerjanya dituangkan dalam sebuah Berita Acara.

Berdasarkan berita acara penelaahan tersebut Kepala Pusat Perbukuan akan menerbitkan surat rekomendasi sebagai buku palajaran umum atau surat pengesahan buku yang tidak termasuk dalam kriteria buku pelajaran umum disahkan sebagai buku palajaran umum.

Berdasarkan surat rekomendasi sebagai buku pelajaran umum untuk mendapatkan pembebasan PPN pemohon mengurus penyelesaian barang impornya di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai tempat pemasukan barang. Kemudian untuk buku penyerahan dalam negeri penyelesaian dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak setempat.

Untuk buku-buku yang tidak termasuk dalam kriteria buku pelajaran umum namun disahkan oleh Pusat Perbukuan sebagai buku pelajaran umum, berdasarkan surat pengesahan tersebut pemohon selanjutnya mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Keputusan Bebas (SKB) PPN di Direktorat Jenderal Pajak/Kantor Pelayanan Pajak setempat.

Berdasarkan SKB yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak pemohon dapat menyelesaikan impornya di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk buku impor, dan di Kantor Pelayanan Pajak setempat untuk buku penyerahan dalam negeri.

Penutup
Hal terpenting yang harus dipahami berkenaan dengan fasilitas PPN tersebut adalah bahwa suatu transaksi yang sebenarnya merupakan objek PPN atau telah memenuhi syarat untuk dikenakan PPN, karena sebab tertentu dibebaskan dari pengenaan PPN atau PPN nya tidak dipungut dengan Peraturan Pemerintah. Oleh karena harus dibedakan dengan konsep tidak dikenakan PPN, yaitu suatu transaksi yang tidak memenuhi syarat-syarat untuk dikenakan PPN, misalnya barang yang diserahkan bukan BKP. Tujuan dan maksud diberikannya fasilitas ini adalah untuk mendorong berhasilnya sektor-sektor kegiatan ekonomi yang berprioritas tinggi dalam skala nasional, mendorong perkembangan dunia usaha dan meningkatkan daya saing, mendukung pertahanan nasional, serta memperlancar pembangunan nasional.

 

Dasar hukum pembebasan PPN adalah Pasal 16B Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 (selanjutnya disebut UU PPN). Pasal 16B ini memberikan wewenang kepada Pemerintah untuk memberikan fasilitas berupa PPN tidak dipungut atau PPN dibebaskan untuk :

Kegiatan di kawasan  tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean;

Penyerahan Barang Kena  Pajak tertentu atau penyerahan Jasa Kena Pajak tertentu;

Impor Barang  Kena Pajak tertentu;

Pemanfaatan  Barang Kena Pajak tidak berwujud tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam  Daerah Pabean;

Pemanfaatan  Jasa Kena Pajak tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam  Daerah Pabean.

 

Surat Edaran Bea Cukai Terkait Buku Import Bebas Pajak

Repositori dirjen bea cukai soal perundangan baru ini dan dapat salinan surat edaran berikut:

Pasal E.3 butir a:

Terhadap impor buku ilmu pengetahuan sebagaimana dimaksud dalam angka 1 diberikan pembebasan bea masuk tanpa perlu mendapatkan persetujuan pemberian pembebasan bea masuk dari Menteri Keuangan atau pejabat yang ditunjuknya.

Untuk pembebasan PPN

Orang pribadi atau badan yang melakukan impor buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama, untuk memperoleh pembebasan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas impor buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran agama tersebut tidak diwajibkan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Pertambahan Nilai yang diterbitkan oleh Direktur Jendral Pajak.

Kemudian soal PPh/PPN

Impor barang berupa buku-buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku-buku pelajaran yang: dibebaskan dari pungutan Bea Masuk atau pembebanan Bea Masuk 0% (nol persen); dan/atau

Pajak Pertambahan Nilai dibebaskan,

tidak dipungut Pajak Penghasilan Pasal 22 dan tidak diwajibkan memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Pasal 22 yang diterbitkan Direktur Jendral Pajak.

Kemudian di bagian akhir penegasan/kesimpulan

Terhadap impor buku ilmu pengetahuan termasuk di dalamnya buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku pelajaran agama, ditegaskan kembali bahwa tidak ada pungutan apapun terkait bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penghasilan Pasal 22.

Dan surat edaran itu berlaku sejak 17 Oktober 2013 ditandangani Agung Kuswandono, Dirjen Pajak waktu itu.

 

Source:

http://www.ortax.org/ortax/?mod=studi&page=show&id=55

http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2013/122~PMK.011~2013Per.HTM

https://medium.com/@lynxluna/buku-teks-impor-ternyata-bebas-pajak-3879c710a890#.4apbydz66

NO. NAMA JABATAN
1 ROSIDAYATI ROZALINA Ketua Umum
2 M. NURKHOLIS RIDWAN Sekrestaris Umum
3 BIEN PASARIBU Bendahara
4 ABDULLAH FANANI Wakil Ketua Umum I

Bidang Hukum, Organisasi, Keanggotaan

5 JUNAIDI GAFAR Kepala Bidang WKUI
6 HUSNI SYAWIE Wakil Ketua Umum II

Bidang Kerja Sama, dan Hubungan Internasional

7 LAURA B. PRISLOO Kepala Bidang WKU II
8 YODI SETIAWAN IBRAHIM Kepala Bidang WKU II
9 DJADJA SUBAGJA Wakil Ketua Umum III

Bidang Kebijakan dan Pengembangan Buku

 

10 HARY CANDRA Kepala Bidang WKU III
11 IMAN YUNUS Kepala Bidang WKU III
12 SYAFRIZAL THASRIL Kepala Bidang WKU III
13 PAX BENEDANTO Kepala Bidang WKU III
14 AMALIA BAKTI SAFITRI Wakil Ketua Umum IV

Bidang Pameran, dan Minat Baca

15 MELVI Kepala Bidang WKU IV
16 SYAHRIR Kepala Bidang WKU IV
17 BAMBANG TRIMANSYAH Director of Alinea
18 THOMAS NUNG ATASANA Director of Borobudur Literary Agency

 

Angaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Ikapi

AD/ART adalah landasan oprasional mendasar dalam sebuah organisasi di dalam bukan hanya berisi aturan, tapi juga visi, misi, susunan organisasi lengkap dengan tugas setiap bidang. Ikapi sebagai organisasi profesional memiiki aturan lengkap terkait setiap hal yang akan dilakukan.

Unduh AD/ART Ikapi di sini

Kenapa Harus Jadi Anggota Ikapi?

Mengapa Harus Menjadi Anggota Ikapi

Tantangan Ikapi untuk memenuhi kebutuhan anggotanya dari masa ke masa terus meningkat. Kini banyak penerbit yang berdiri, tetapi tidak sedikit pula yang tidak berminat menggabungkan dirinya kepada Ikapi. Tentu hal ini tidak dapat dilarang, apalagi sejak era reformasi yang menjadikan semua orang berhak berpendapat dan berhak pula ikut atau tidak dalam suatu institusi/organisasi.

Namun, jelas Ikapi memiliki sejarah profesionalitas pengalaman sebagai penerbit, bukan sekadar sebagai penjual buku. Ikapi mencanangkan diri sebagai organisasi profesi penerbit sehingga usaha-usaha meningkatkan profesionalitas telah dirintis sejak awal, termasuk mengikuti perkembangan tren perbukuan internasional dan teknologi perbukuan sendiri.

Jika ada yang bertanya, untuk apa sebuah penerbit menjadi anggota Ikapi, dapatlah diuraikan poin-poin seperti berikut ini.

  1. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan mendapatkan pengembangan profesionalitas perbukuan lewat berbagai eventyang diadakan Ikapi, seperti seminar, lokakarya, dan pelatihan.
  2. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan mendapatkan perlindungan kode etik bisnis penerbitan buku serta bantuan hukum (advokasi) terhadap masalah-masalah terkait perbukuan.
  3. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan mendapatkan informasi tentang berbagai kebijakan pemerintah menyangkut perbukuan, proyek-proyek pengadaan buku pemerintah, maupun kegiatan-kegiatan nasional atau internasional di bidang perbukuan.
  4. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan memperoleh benefit dari silaturahim atau hubungan antarpenerbit sehingga dapat membina kerja sama dalam bentuk penerbitan bersama (co-publishing) atau kerja sama lainnya yang saling menguntungkan.
  5. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi mendapatkan eksistensi sebagai anggota organisasi profesi untuk berhubungan dengan organisasi profesi atau organisasi bisnis lainnya, baik dalam bidang perbukuan maupun bidang di luar perbukuan.
  6. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi mendapatkan prioritas keikutsertaan dalam berbagai eventpameran buku, baik yang diadakan di Indonesia maupun di luar negeri dengan biaya yang lebih efisien.

Keuntungan menjadi anggota IKAPI adalah sebagai berikut:

  1. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan mendapatkan pengembangan profesionalitas perbukuan lewat berbagai event yang diadakan Ikapi, seperti seminar, lokakarya, dan pelatihan.
  2. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan mendapatkan perlindungan kode etik bisnis penerbitan buku serta bantuan hukum (advokasi) terhadap masalah-masalah terkait perbukuan.
  3. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan mendapatkan informasi tentang berbagai kebijakan pemerintah menyangkut perbukuan, proyek-proyek pengadaan buku pemerintah, maupun kegiatan-kegiatan nasional atau internasional di bidang perbukuan.
  4. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi akan memperoleh benefit dari silaturahim atau hubungan antarpenerbit sehingga dapat membina kerja sama dalam bentuk penerbitan bersama (co-publishing) atau kerja sama lainnya yang saling menguntungkan.
  5. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi mendapatkan eksistensi sebagai anggota organisasi profesi untuk berhubungan dengan organisasi profesi atau organisasi bisnis lainnya, baik dalam bidang perbukuan maupun bidang di luar perbukuan.
  6. Penerbit yang menggabungkan diri ke dalam Ikapi mendapatkan prioritas keikutsertaan dalam berbagai eventpameran buku, baik yang diadakan di Indonesia maupun di luar negeri dengan biayayang lebih efisien.

Demikian beberapa poin benefit menjadi anggota Ikapi. Tentu ada poin yang sangat penting lagi terkait dengan era komunitas saat ini bagaimana para penerbit anggota Ikapi dapat berkumpul dalam suatu organisasi dengan kepentingan yang sama yaitu mengusahakan kemajuan industri perbukuan nasional. Karena itu, isu-isu terkait penerbitan buku di Indonesia ataupun dunia dapat dengan cepat diserap antar-anggota Ikapi.

 

[Pres Release] KUALA LUMPUR INTERNATIONAL BOOK FAIR: “Berbagi Literatur, Berkongsi Kultur”

[Pres Release] KUALA LUMPUR INTERNATIONAL BOOK FAIR: “Berbagi Literatur, Berkongsi Kultur”

Jakarta, 4/4/2018- Perjalanan panjang dan upaya yang dilakukan stake holder perbukuan untuk membawa karya-karya literatur dan industri perbukuan Indonesia mendunia (go international) mulai membuahkan hasil. Setelah menjadi Guest of Honor di Frankfurt Book Fair (pameran buku terbesar di dunia) tahun 2015 menjadi tonggak sejarah baru perbukuan Indonesia. Tahun lalu, 2017, Indonesia menjadi Country of Focus Asian Festival of Children’s Content di Singapura. Tahun 2018 ini, Indonesia menjadi Negara Tamu di Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) dan tahun depan, 2019, Indonesia akan menjadi Focus Market the London Book Fair. Momentum yang sangat baik untuk terus meningkatkan posisi perbukuan dan karya kreatif Indonesia di kancah dunia dan menjadi yang terdepan untuk kawasan Asia Tenggara, serta tentunya menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia yang mengesankan.

Dalam KLIBF ke-37 tahun 2018 ini, Indonesia bersama Arab Saudi dan negeri Kedah terpilih sebagai negara tamu. Kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan dukungan maksimal dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dengan mengangkat tema “Berbagi Literatur, Berkongsi Kultur”.

“Ini sebagai salah satu langkah Bekraf dengan terus serius mendukung perkembangan subsektor penerbitan Indonesia untuk mendunia. Tahun lalu kami aktif mendukung kehadiran Indonesia di Frankfurt Book Fair, Asian Festival of Children’s Content di Singapura, dan tahun ini Bekraf kembali mendukung kehadiran Indonesia sebagai negara tamu di KLIBF,” ujar Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Boni Pujianto.

Ia menambahkan dukungan Bekraf kali ini dengan memberikan sewa lahan dan kontruksi sebagai wadah yang wajib dipenuhi untuk memberikan akses bagi delegasi Indonesia agar tampil maksimal. KLIBF yang telah diselenggarakan dari tahun 1981 hingga sekarang, telah menjadi ajang pertemuan para pecinta buku dengan penerbit-penerbit Malaysia dan mancanegara. Dari tahun 2013 hingga 2017, tercatat lebih dari 2.000.000 pecinta buku per tahun mengunjungi KLIBF.

KLIBF 2018 mengangkat tema “Lakaran Karya Merentas Peradaban Bangsa” direncanakan akan diselenggarakan di Putra World Trade Centre (PWTC) pada tanggal 27 April – 6 Mei 2018 merupakan ajang pameran buku terbesar di Malaysia, yang akan digelar di gedung 4 lantai terdiri dari 800 stan dengan menargetkan partisipasi 12 negara dan lebih dari 2.000.000 pengunjung. Seperti disampaikan oleh Ketua Panitia Indonesia sebagai Negara Tamu KLIBF 2018, Husni Syawie, melalui tema tersebut Indonesia ingin terus mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik dan terus bekerja sama di bidang kreativitas, seni, budaya dan ilmu pengetahuan bersama Malaysia serta negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Dengan tagline “Berbagi Literatur, Berkongsi Kultur” harapan saling membaca buku dan memperkenalkan produk-produk nonbuku Indonesia dalam bentuk penjualan produk fisik, penjualan hak cipta, peluncuran dan promosi produk, penampilan seni budaya, serta jumpa penulis dapat terwujud dengan baik. Kehadiran Indonesia sebagai Negara Tamu di KLIBF ini juga kiranya menjadi apresiasi kita atas kehadiran Malaysia sebagai Guest of Honor di Indonesia International Book Fair (IIBF) tahun 2016 yang lalu” tegas Syawie, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Ikapi Bidang Kerja Sama Luar Negeri.

Selain pameran buku, KLIBF kali ini juga memperbesar promosi untuk konten beserta aktivitas-aktivitas di dalamnya. Aktivitas yang akan diselenggarakan antara lain storytelling, workshop ilustrator, perlombaan comic strip, diskusi buku, dan meet and greet penulis. Menurut Ketua Umum Ikapi, Rosidayati Rozalina, yang juga menjabat Penasihat Panitia Indonesia sebagai Negara Tamu KLIBF, penyelenggara KLIBF diharapkan juga dapat menarik minat lebih banyak warga masyarakat Malaysia dan Indonesia yang berada di Malaysia dari berbagai usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan profesi untuk mengunjungi dan terlibat dalam pameran internasional tersebut.

Dari 37 kali penyelenggaraan KLIBF, Indonesia telah berpartisipasi beberapa kali sehingga tak heran keakraban dan pertemanan dalam dunia bisnis pun terjalin dengan baik yang kemudian terwujud dengan terpilihnya Indonesia sebagai Negara Tamu. Pada kesempatan yang sangat baik ini, Indonesia akan tampil dengan konsep Business to Business (B2B) dan Business to Costumer (B2C). Menampilkan keragaman produk industri kreatif: buku, boardgames, merchandise, karakter, film. Jumlah buku yang ditampilkan lebih dari 1000 judul dari 45 penerbit (antara lain Gramedia, Mizan, Rosda, Republika, Yayasan Obor Indonesia, Kesaint Blac, Salam Books, Penerbit Haru, Re-On, Tazkia Publishing, Maghfirah Pustaka, Bestari, Penebar Swadaya, Zikrul, Indie Book Corner, Tazkia, dll).

Menghadirkan penulis dan kreator terbaik Indonesia, seperti Sapardi Djoko Damono, Faza, Syafii Antonio, Ahmad Fuadi, Habiburrahman El Shirazy, dan Princeyla Aughea. Dee Lestari dengan karya terbarunya, juga direncanakan akan hadir. Dua penulis Indonesia, Andrea Hirata dan Asma Nadia, diundang oleh panitia Konferensi Penulis Malaysia yang kegiatannya diselenggarakan pada saat KLIBF berlangsung. Bersama KBRI di Malaysia, Indonesia juga akan mempromosikan dan melibatkan potensi-potensi lainnya, seperti pendidikan, Sekolah Indonesia, pariwasata, dll.

Indonesia juga akan memperkenalkan berbagai boardgame ke komunitas boardgame Malaysia. Dalam hal ini, Ikapi bekerja sama dengan penerbit dan pengembang boardgame yang berfokus pada nilai-nilai budaya Indonesia dan permainan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, seperti produk dari Hompimpa Games, Manikmaya Games, Kompas, Elexmedia, Coralis Entertainment, Chiveus, Feira Tochi, Vista Lab dan C&Cov. Dalam KLBF kali ini, IKapi akan mendatangkan dua pembicara boardgame dari Indonesia, yaitu Erwin Skripsiadi (Hompimpa Games) dan Andre M. Dubari (Manikmaya Games) untuk memperkenalkan boardgame Indonesia serta bertemu dengan penerbit boardgame Malaysia. Sementara dalam hal merchandise, bekerjasama dengan beberapa penerbit dan pekerja kreatif untuk menghadirkan merchandise yang dikembangkan dari Intelectual Property (IP) buku-buku yang unik dan bermanfaat. (Panitia Indonesia Negara Tamu KLIBF 2018)

Berlangganan info dan artikel dari kami

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Share This