Link

[Pres Release] Indonesia Hadir di London Book Fair 2018, Langkah Menuju Market Focus di London Book Fair 2019

[Pres Release] Indonesia Hadir di London Book Fair 2018, Langkah Menuju Market Focus di London Book Fair 2019

Jakarta, 4/4/2018 – Setelah sukses menjadi Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair, Indonesia kini bersiap untuk menjadi pusat perhatian di salah satu perhelatan pameran buku internasional lainnya, yaitu London Book Fair (LBF). Melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Indonesia telah menandatangani nota kesepakatan dengan panitia LBF untuk menjadi market focus pada 2019.
“Sebagai Country Market Focus di London Book Fair 2019, kami (Bekraf) ingin mengambil peluang ini untuk membawa sektor penerbitan di Indonesia dan sektor-sektor lainnya yang berkaitan ke level selanjutnya dengan menampilkan penulis-penulis terkemuka, penerbit dan warisan literasi dan budaya Indonesia yang kaya dengan harapan mampu menyumbangkan kesempatan besar bagi sektor kreatif Indonesia, terutama dalam sektor penerbitan,” ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik.

Ricky menyampaikan, industri ekonomi kreatif di Indonesia telah mengalami pertumbuhan pesat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Sektor kreatif Indonesia telah melibatkan sumber daya manusia sebesar 15,9 juta dengan kontribusi 7,3 persen bagi Gross Domestic Product (GDP) atau setara dengan 67 miliar USD dan kontribusi ekspor senilai 20 miliar USD.

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak menyampaikan kehadiran Indonesia di LBF adalah bagian dari rangkaian kegiatan menuju Indonesia sebagai negara Market Focus di tahun 2019. “Ini adalah upaya Pemerintah Indonesia, Bekraf, dalam memberikan dukungan kepada pelaku kreatif dalam sub sektor penerbitan. Harapan kami adalah terjadinya transaksi bisnis terutama dari perdagangan Intelectual Property (IP) yang memang menjadi nilai tambah utama ekonomi kreatif,” tegas Joshua. Ia menambahkan yang paling penting adalah semakin banyak karya para penulis yang mendapat akses pasar seluas-luasnya termasuk kepada penerbit di manca negara.
Kehormatan untuk tampil di panggung utama LBF ini, menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang ditunjuk sebagai market focus di bursa buku internasional yang dikenal menduduki peringkat pertama dalam hal perdagangan hak cipta dan distribusi konten yang meliputi cetakan, audio, TV, film, dan saluran digital tersebut.
“Sejak tahun 2015, jumlah judul buku yang laku di luar negeri meningkat pesat, sampai pada angka di atas 1000 judul, mengalahkan negeri lain di Asia Tenggara. Ini pencapaian yang sangat baik dan menjadi sebuah indikator bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dan diminati pasar internasional,” ujar Ketua Harian Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di London Book Fair 2019 Laura Prinsloo.

Menurut Laura, program-program yang dilaksanakan oleh Komite Buku Nasional seperti residensi penulis, subsidi dana penerjemahan, pelatihan, dan lain-lain saling berkesinambungan. Ini adalah sinergi yang baik antara Bekraf, Kemendikbud dengan para profesional di luar pemerintah dalam memajukan industri perbukuan tanah air dan merupakan bagian dari diplomasi budaya Indonesia melalui buku.

Sejumlah persiapan dilakukan pihak Bekraf dan Kemendikbud mulai tahun ini. Menempati booth 5 D169 dengan luas 150 meter persegi, kepanitiaan yang dibentuk akan membawa total 300 judul buku di LBF 2018 yang tahun ini memasuki tahun ke-47. Menyesuaikan dengan tema LBF tahun ini yaitu Taking Words Further Content Across Media, panitia juga menyiapkan kesempatan-kesempatan bagi bidang industri kreatif di luar penerbitan buku untuk ikut tampil di LBF 2019 nanti. Untuk itu, selain menghadirkan buku-buku terpilih, panitia menyiapkan penayangan film-film Indonesia yang diangkat dari buku, di bawah kurasi Sekar Ayu Asmara, penulis, sutradara, dan produser film yang akan ikut serta di LBF tahun 2018 ini sebagai narasumber.

“Akan ada peningkatan target pembelian hak cipta baik di bidang penerbitan maupun non buku, dari 2018 menuju 2019. Tahun ini, kami menargetkan 35 judul, dan pada 2019 menjadi 50 judul. Untuk bidang non buku kami akan memasarkan 20 produk nonbuku seperti film, board game, dan application buatan Indonesia pada 2019 nanti,” ujar Kepala Bidang Pemasaran di Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di London Book Fair 2019 Thomas Nung Atasana.

Program-program menarik telah disiapkan untuk menyambut kemunculan Indonesia sebagai market focus tahun depan. Di antaranya seminar “Introducing Indonesia and its Creative Content” yang akan menampilkan pembicara Ricky Joseph Pesik (Wakil Kepala Bekraf), Laura Prinsloo (Managing Director Penerbit Kesaint Blanc dan Ketua Komite Buku Nasional), John McGlynn (Pendiri Yayasan Lontar) dan dimoderatori Philip Y. Kim, penulis fiksi dan cerita pendek yang merupakan Direktur Asia Literary Review. Akan diadakan pula Poetry Talk dengan tema “Women Whose Names Were Erased” yang menghadirkan penulis, penyair, dan arsitek Avianti Armand, Maarja Kangro, penulis dan penyair dari Estonia, dan dimoderatori oleh Peggy Hughes, Direktur Program Writers’ Centre Norwich.

Kerja sama bisnis di bidang penerbitan juga telah disiapkan di LBF tahun ini. Di antaranya mempersiapkan penandatanganan pembelian hak cipta dua buku karya Intan Paramadhita “Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu” (Gramedia Pustaka Utama, 2017) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Wandering” dan “Apple and Knife” (Brow Books, 2018) oleh penerbit Harvill Secker dari grup penerbit Penguin Random House yang akan diwakili oleh Ellie Steel, Senior Editor Penguin Random House, dan juga penandatanganan dengan Kelly Falconer (literary agent).

Sebuah prestasi juga telah diukir dalam partisipasi Indonesia di LBF. Yayasan Lontar menjadi salah satu dari tiga nominator bagi penghargaan Literary Translation Initiative dalam ajang The London Book Fair International Excellence Awards 2018. Bersama American Literary Translators Association (USA) dan Geopoetika (Serbia), Yayasan Lontar akan menghadiri pengumuman pemenang di The Conference Centre, Olympia, London pada 10 April 2018. “Sangat menggembirakan mendapati Lontar Foundation berada dalam daftar tiga finalis penerima Translation Initiative Award. Jika Lontar meraih penghargaan, kami akan mendedikasikannya ke para penulis dan penerjemah di bidang sastra Indonesia,” ujar John McGlynn, pendiri Yayasan Lontar.
Lewat kegiatan mempromosikan kekayaan literasi dan industri kreatif Indonesia di LBF tahun ini, diharapkan kehadiran Indonesia sebagai market focus di LBF 2019 menjadi peluang besar untuk menjadikan bidang penerbitan dan industri kreatif terkait lainnya berperan penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia.

LATAR BELAKANG

THE LONDON BOOK FAIR (LBF)
The London Book Fair (LBF) adalah ranah pemasaran global bagi negosiasi hak cipta yang meliputi penjualan dan distribusi konten-konten intelektual dan kreatf meliputi bidang cetak, audio, TV, film, dan jaringan-jaringan digital. Mengambil masa di setiap musim semi, acara ini merupakan peluang menarik untuk mengeksplorasi, memahami, dan mengkapitalisasi inovasi yang menaungi dunia penerbitan di masa depan. LBF 2018, yang merupakan bursa ke-47, akan berlangsung di Olympia London pada 10-12 April 2019. Untuk informasi lebih lengkap, sila kunjungi www.londonbookfair.co.uk

Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di London Book Fair 2019

Komite Pelaksana Nasional bagi kehadiran Indonesia sebagai “Market Focus Country” di London Book Fair 2019 dibentuk oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Para anggota terdiri dari Komite Buku Nasional (KBN) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ikatan Asosiasi Penerbit Indonesia (IKAPI), dan pekerja profesional lainnya yang bekerja di bidang kreatif dan industri penerbitan.
Tentang Bekraf Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Kontak Media:

Mariaman Purba

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Ekonomi Kreatif Indonesia

T: +62 813 1750 6456

Email: mariaman.purba@bekraf.go.id

Website: http://www.bekraf.go.id/

Panitia:
Dewi Ria Utari (dewiriautari@gmail.com/ 081314651475)
Nurkholis Ridwan (nurkholisridwan@ikapi.org/ 081380888582)

INFORMASI PENDUKUNG
Berikut sejumlah acara unggulan yang akan ditampilkan Indonesia dalam London Book Fair 2018:

1. Pada 10 April 2018, Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di London Book Fair mengadakan pertemuan dengan Pierre Astier dari Astier-Pécher Film & Literary Agency yang juga menjadi agen bagi Editions Jentayu di mana dalam pertemuan ini akan membahas penerbitan sebuah antologi karya-karya sastra Indonesia di Prancis pada akhir 2018.

2. Pada 10 April 2018, pengumuman pemberian anugerah London Book Fair International Excellence Awards di mana Lontar Foundation menjadi salah satu nominasi di kategori Translation Initiative Award.

3. Pada 10 April 2018, diadakan program “Matchmaking” mempertemukan antara penerbit-penerbit Indonesia dengan penerbit dari China dan Turki.

4. Pada 11 April 2018, diadakan diskusi dan pembacaan puisi dengan judul “Women Whose Names Were Erased” yang merupakan karya Avianti Armand. Dalam acara ini, hadir pembicara: Avianti Armand, Maarja Kangro dan Peggy Hughes sebagai moderator.

5. Pada 11 April, penandatanganan pembelian hak cipta dua buku karya Intan Paramadhita “Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu” (Gramedia Pustaka Utama, 2017) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Wandering” dan “Apple and Knife” (Brow Books, 2018) oleh penerbit Harvill Secker dari grup penerbit Penguin Random House yang akan diwakili oleh Ellie Steel, Senior Editor Penguin Random House, dan juga penandatanganan dengan Kelly Falconer (literary agent).

6. Pada 11 April, dilakukan pembahasan kerja sama antara Writers’ Centre Norwich yang diwakili Kate Griffin dan British Council yang diwakili Adam Pushkin tentang program residensi bagi penulis.

7. Pada 11 April, berlangsung Seminar Market Focus dengan tema “Introducing Indonesia and its Creative Content” dengan pembicara Ricky Joseph Pesik (Wakil Kepala Bekraf), Laura Prinsloo (Kepala Komite Buku Nasional dan Ketua Harian Komite Pelaksana Indonesia Market Focus untuk London Book Fair), John McGlynn (Pendiri Yayasan Lontar), dan dimoderatori oleh Philip Y. Kim.

8. Pada 12 April, pertemuan dengan Susan Harris, editor Words Without Borders, yang akan menerbitkan sebuah feature tentang literasi Indonesia di edisi Februari atau Maret 2019

9. Pada 12 April, diadakan seremoni serah terima negara Market Focus dari negara-negara Baltik ke Indonesia dilanjutkan resepsi di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk merayakan terpilihnya Indonesia sebagai Market Focus Country.

10. Akan diadakan sosialisasi program bantuan dana penerjemahan buku kepada penerbit-penerbit asing, untuk menargetkan penerjemahan 40 judul buku pada 2018, terutama ke dalam bahasa Inggris. Batas dana maksimum untuk setiap judul buku adalah US$ 7000.

Akademi Literasi dan Penerbitan Indonesia (Alinea) adalah buah dari gagasan pengurus pusat Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi).  Adalah Bambang Trimansyah sebagai Ketua Kompartemen Diklat-Litbang-Informasi di Ikapi periode 2010-2015 yang ditugaskan menyusun konsep lembaga kursus bidang penulisan dan penerbitan. Konsep ini kemudian disetujui Ketua Umum Ikapi masa itu, Lucya Andam Dewi yaitu membentuk Alinea.

Alinea Ikapi diluncurkan pada 19 November 2012 di Istora Senayan bertepatan dengan penyelenggaraan Indonesia Book Fair 2012. Bersamaan dengan momentum itu, diterbitkanlah Direktori Kursus 2013 yang memuat rencana kursus selama setahun. Alinea Ikapi mulai berkiprah membuka kursus pada tahun 2013, di antaranya kursus penulisan buku nonfiksi, kursus penyuntingan (editing), dan kursus penulisan novel.

Dalam kepengurusan Ikapi 2015-2020, Alinea ditetapkan menjadi entitas diklat Ikapi. Bambang Trimansyah ditunjuk sebagai direktur yang mengelola Alinea sebagai lembaga penyelenggara kursus profesional di bidang penulisan dan penerbitan.

Kursus Alinea terbuka untuk anggota Ikapi dan masyarakat umum. Kursus secara reguler dilaksanakan di Gedung Ikapi, Jalan Kalipasir No. 32, Cikini, Jakarta Pusat. Setiap bulan dirancang penyelenggaraan satu sampai dua kursus selama dua hari.

*Buku Indonesia dalam Angka

  1. Jumlah Anggota IKAPI Seluruh Indonesia: 1.328

  2. Persebaran Anggota IKAPI Berdasarkan Wilayah:

No. Wilayah Jumlah (%)
1 DKI Jakarta 504 38%
2 Jawa (Non Jakarta) 687 52%
3 Non Jawa 137 10%
TOTAL 1.328 100%
  1. Pergerakan Anggota IKAPI 3 Tahun Terakhir (Per-Juni 2015)

No. Wilayah Jumlah
2012 2013 2014 2015

(Perbulan Juni)

1 DKI Jakarta 450 473 497 504
2 Jawa Barat 227 249 273 278
3 Jawa Tengah 131 136 145 145
4 Yogyakarta 144 148 156 159
5 Jawa Timur 80 85 89 91
6 Sumatera Selatan 1 1 1 1
7 Kalimantan Barat 11 13 13 13
8 Sulawesi Selatan 1 1 1 1
9 Sulawesi Tengah 10 10 11 12
10 Bali 3 3 3 3
11 Banten 1 1 1 1
12 Sumatera Barat 11 11 12 12
13 Nanggroe Aceh Darussalam 3 3 3 3
14 Sumatera Utara 1 1 1 1
15 Riau 16 16 16 16
16 Jambi 4 4 4 4
17 Kalimantan Selatan 2 2 2 2
18 Kalimantan Timur 6 9 13 14
19 Kalimantan Tengah 1 1 1 1
20 Sulawesi Utara 22 22 22 22
21 NTT 10 10 10 10
22 NTB 11 14 18 18
23 Papua 8 8 8 8
24 Lampung 2 5 5 5
25 Batam 2 2 2 2
26 Gorontalo 0 0 2 2
TOTAL 1158 1228 1309 1328
  1. Penjualan

2013 2014
Eksemplar Toko Buku  69,766 juta  62,656 juta
Nominal Toko Buku 4.000.000.000.000,00 5.000.000.000.000,00
Nominal Proyek 330.000.000.000,00 510.000.000.000,00
Nominal Buku Sekolah 3.000.000.000.000,00 3.000.000.000.000,00
TOTAL 7.330.000.000.000,00 8.510.000.000.000,00
  1. Market Share

2013 2014
Peringkat Subjek Prosentase Prosentase
1 CHILDREN`S BOOKS 1001 22.31% 22.64%
2 FICTION & LITERATURE 1002 12.88% 12.89%
3 RELIGION & SPIRITUALITY 2018 12.83% 12.85%
4 SCHOOL BOOKS INDONESIA CURRICULUM 2019 10.93% 12.04%
5 REFERENCE & DICTIONARY 2017 6.64% 6.43%
6 BUSINESS & ECONOMICS 2003 4.55% 4.60%
7 SELF IMPROVEMENT 2022 3.74% 3.60%
8 SOCIAL SCIENCES 2023 3.67% 3.55%
9 COOKING 2005 2.78% 3.27%
10 COMPUTING & INTERNET 2004 2.67% 2.65%

  1. Judul Terbit

DATA JUDUL TERBIT
TAHUN 2013 2014
TB GRAMEDIA                                26.628                                 24.204
ISBN TERDAFTAR DI PERPUSNAS                                36.624                                 44.327

Kira-kira, ada lebih dari 30.000 judul buku yang diterbitkan setiap tahun di Indonesia. Angka ini hanya menggambarkan judul yang terdaftar dalam catatan resmi toko buku dan juga pengajuan ISBN di Perpusnas, dan tidak termasuk buku yang diterbitkan oleh individu (self publisher) atau organisasi non-penerbit seperti instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, komunitas independen, partai politik, dan asosiasi profesi.

*Tahun riset 2015

Sekretariat Ikapi Pusat

Gedung IKAPI

Jalan Kalipasir, No. 32, Cikini-Jakarta Pusat.

 

T. (021) 3141907

E. sekretariat@ikapi.org

 

Kepala Sekretariat: Novi Arsianti

Bagian Keuangan  : Yusi Isnanti

Bagian Admin        : Nur Fitri

Ikapi tetap membuka diri bagi para penerbit yang ingin menggabungkan diri. Hal ini sudah diatur di dalam anggaran rumah tangga (ART) Ikapi.

Berikut ini adalah kutipan persyaratan menjadi anggota Ikapi yaitu harus dipastikan bahwa penerbit memiliki badan usaha atau badan hukum resmi. Jika ada pertanyaan: apakah self-publisher atau penerbit mandiri yang dikelola seorang penulis dapat menjadi anggota Ikapi? Jawabnya adalah dapat diterima sepanjang self-publisher juga memiliki badan usaha atau badan hukum.

 Persyaratan Keanggotan IKAPI sesuai dengan

Anggaran Rumah Tangga IKAPI

BAB III
KEANGGOTAAN

PASAL 19

ANGGOTA BIASA

1.    Anggota Biasa ialah badan usaha/lembaga penerbit nasional, baik swasta maupun milik negara, yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

2.    Berbentuk badan hukum yang telah disahkan berdasarkan Akta Notaris atau instansi pemerintah yang terkait.

3.    Memiliki izin usaha dari instansi pemerintah yang berwenang.

4.    Secara jelas mencantumkan usaha atau kegiatan menerbitkan buku dalam Anggaran Dasar dan/atau izin usahanya.

5.    Mempunyai alamat kantor yang tetap dan jelas serta mempunyai karyawan tetap sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang.

6.    Telah menerbitkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) judul buku ber-ISBNyang masing-masing sedikitnya berisi 48 (empat puluh delapan) halaman dan benar-benar dijual di pasar bebas.

PASAL 20

ANGGOTA LUAR BIASA

Anggota Luar Biasa ialah badan usaha/lembaga penerbit nasional yang pengelolaan atau kegiatannya dilakukan oleh instansi pemerintah atau lembaga pendidikan/masyarakat, yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

1.    Memiliki Surat Keputusan pimpinan instansi atau lembaga pendidikan/masyarakat yang menetapkan berdirinya lembaga penerbitan di lingkungannya.

2.    Telah menerbitkan sekurang-kurangnya tiga judul buku ber-ISBN yang masing-masing sedikitnya berisi 48 (empat puluh delapan) halaman.

3.    Mempunyai alamat kantor yang tetap dan jelas.

PASAL 21

ANGGOTA KEHORMATAN

Anggota Kehormatan ialah orang atau badan (pemerintah, swasta, atau lembaga swadaya masyarakat) yang berjasa kepada Ikapi dan/atau dunia perbukuan Indonesia, yang ditetapkan oleh Musyawarah Nasional.

 

PASAL 22
KETENTUAN PENERIMAAN ANGGOTA

1.    Permintaan menjadi Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa diajukan oleh calon anggota kepada Pengurus Daerah/Perwakilan di tempat domisili badan usaha/lembaga penerbit nasional yang bersangkutan. Apabila di satu Daerah tingkat Provinsi belum ada Pengurus Daerah/Perwakilan, permintaan diajukan langsung kepada Pengurus Pusat. Tanda Anggota dikeluarkan oleh Pengurus Pusat sebagai tanda penerimaan dan pengesahan keanggotan tersebut.

2.    Permintaan menjadi Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa diajukan secara tertulis oleh calon anggota dengan mengajukan surat permohonan dan mengisi formulir pendaftaran anggota, disertai lampiran-lampiran berupa:
a. Satu lembar salinan Akta Notaris untuk Anggota Biasa dan Surat Keputusan instansi pemerintah/swasta dan lembaga pendidikan/masyarakat yang terkait untuk Anggota Luar Biasa.
b. Satu lembar salinan izin usaha (kecuali untuk Anggota Luar Biasa).
c. Satu lembar surat keterangan domisili
d. Masing-masing 2 (dua) eksemplar dari sekurang-kurangnya tiga judul buku yang telah diterbitkan untuk calon Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa.

3.    Setelah menerima surat permohonan, formulir pendaftaran anggota dan lampiran-lampirannya, Pengurus Daerah/Perwakilan segera melakukan penelitian dan peninjauan terhadap calon anggota/penerbit tersebut, baik yang berkaitan dengan persyaratan formal maupun tentang riwayat perusahaan, sumber daya manusia dan aktivitas perusahaan penerbitan yang bersangkutan. Apabila di satu Daerah tingkat Provinsi belum ada Pengurus Daerah/Perwakilan, penelitian dan peninjauan dilakukan oleh Pengurus Pusat atau Pengurus Daerah/Perwakilan terdekat.

4.    Berdasarkan hasil penelitian dan peninjauan tersebut, Pengurus Daerah/Perwakilan menyampaikan pendapat dan sarannya kepada Pengurus Pusat, tentang status calon Anggota tersebut selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah permohonan diterima dari calon anggota/penerbit yang bersangkutan.

5.    Berdasarkan pendapat dan saran Pengurus Daerah/Perwakilan tersebut, Pengurus Pusat memberikan keputusan secara tertulis kepada Pengurus Daerah/Perwakilan dengan tembusan kepada calon anggota/penerbit yang bersangkutan, selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah Pengurus Pusat menerima surat (rekomendasi) Pengurus Daerah/Perwakilan.

6.    Apabila di suatu Daerah tingkat Provinsi belum ada Pengurus Daerah/Perwakilan, keputusan Pengurus Pusat disampaikan langsung kepada calon anggota/penerbit yang bersangkutan.

 

PASAL 23 

MASA KEANGGOTAAN

1.    Masa keanggotaan berlaku selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang selama Anggota tersebut masih memenuhi persyaratan dan ketentuan sebagaimana tertulis dalam Pasal 7.

2.    Anggota yang telah memperpanjang masa keanggotaannya sebagaimana dimaksud ayat 1 berhak memperoleh tanda anggota yang berlaku untuk masa 2 (dua) tahun berikutnya.

Bagaimana Mengurus ISBN

Salah satu kelengkapan menjadi penerbit adalah memilikiInternational Standard Book Number (ISBN. ISBN adalah sistem penomoran internasional untuk buku yang dimaksudkan memudahkan pendistribusian dan pencirian buku secara internasional menggunakan sistem komputer.  Awalnya ISBN menggunakan 10 digit untuk memberi identitas pada sebuah buku dengan identitas negara, identitas penerbit, dan nomor urut buku terbit. Perkembangan selanjutnya ISBN pun menggunakan 13 digit dan juga dilengkapi dengan barkod.

Badan resmi di Indonesia yang mengeluarkan ISBN adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.  Pengurusan ISBN biasanya disatukan dengan pengurusan katalog dalam terbitan (KDT). Fungsi KDT adalah untuk memudahkan pengklasifikasian buku di perpustakaan maupun toko buku berdasarkan bidangnya. Pengurusan ISBN kini tidak dibebankan biaya apa pun.

Persyaratan pengurusan ISBN seperti yang termuat dalam situs www.pnri.go.id adalah sebagai berikut.

 PERSYARATAN PENGURUSAN ISBN

A. Anggota Baru

1.    Mengisi formulir surat pernyataan disertai dengan stempel penerbit dengan menunjukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris);

2.    Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan diterbitkan.

3.    Mengirimkan fotokopi :
a. Halaman judul
b. Balik halaman judul (halaman copyright)
c. Daftar isi
d. Kata pengantar

B. Anggota Lama :
Hanya butir 2 dan 3 saja yang perlu dikirimkan kepada Tim ISBN/KDT.
Setelah buku diterbitkan, dimohon kesediaan penerbit untuk mengirimkan 2 (dua) eksemplar dari hasil terbitan tersebut.

Perhatikan persyaratan pada Butir A.1 bahwa penerbit  atau lembaga yang menerbitkan buku diwajibkan untuk memiliki legalitas badan usaha atau badan hukum dengan bukti fotokopi akta notaries. Dalam hal ini tentu penerbit-penerbit swakelola (self-publisher) yang tidak berbadan usaha atau berbadan hukum kini tidak dapat mengurus ISBN.

Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah kopi halaman prelims buku, yaitu halaman judul penuh, halaman hak cipta, halaman daftar isi, dan halaman  kata pengantar berikut halaman prakata. Kepentingan halaman ini untuk menyusun katalog dalam terbitan (KDT) yang terkadang juga memerlukan informasi spesifikasi buku, yaitu ukuran buku dan tebal buku. Selain itu, penerbit juga perlu menginformasikan jumlah terbitan tiap tahunnya sehingga Perpusnas RI dapat mempertimbangkan pemberian nomor ISBN yang panjang dalam urutan produksi buku.

S U R A T P E R N Y A T A A N

Dengan surat pernyataan ini kami :

Penerbit : ……………………………………………

Alamat : ……………………………………………

Telp/Fax : ……………………………………………

E-Mail : ……………………………………………

Nama Penanggung Jawab : ……………………………………………

Rata-rata terbitan tiap tahun : …………………………… Judul

Menyatakan bersedia ikut mengambil bagian dalam system ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan) .

Demikian agar badan yang bertanggung jawab menangani masalah ini menjadi maklum.

Surat pernyataan ini kami sampaikan kepada Tim ISBN/KDT PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Jl.Salemba Raya No. 28 A, Kotak Pos 3624 Jakarta 10002, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ilmiahISBN.

….., ……………….. 2011

Pimpinan penerbit

………………………..

 

Masa ke Masa

Ketua IKAPI

Periode

Acmad Notosoetardjo 1950-1954

1954-1959

Drs. Hazil Tanzil 1959-1963
M. Hoetaoeroek, S.H. 1963-1965

1965-1968

H. Machmoed 1968-1973
Ajip Rosidi 1973-1976

1976-1979

Ismid Hadad MPA 1979-1981

1982-1983

Rahmat M.A.S. 1981-1982
Drs. Azmi Syahbuddin 1985-1988
H. Rozali Usman, S.H. 1983-1985

1988-1993

1993-1998

Drs. Arselan Harahap 1998-2002
Ir. Makhfudin Wirya Atmaja, M.M. 2002-2006
Setia Dharma Madjid 2006-2010
Dra. Lucya Andam Dewi, M.Si. 2010-2015
Ir. Rosidayati Rozalina 2015-2020
Ini 5 Keuntungan Indonesia Jadi Negara Tamu KLIBF 2018

Ini 5 Keuntungan Indonesia Jadi Negara Tamu KLIBF 2018

Indonesia resmi menjadi Negara Tamu dalam perhelatan pameran buku tersebesar se-Malaysia, Kuala Lumpur International Book Fair 2018 (KLIBF). Mengangkat tema “Berbagi Kultur, Kembangkan Literatur” para penerbit Indonesia setidaknya akan dapatkan 5 keuntungan ini di Malaysia.

  1. Mempererat hubungan literasi antara Indonesia dan Malaysia.
  2. Meningkatkan bisnis penjualan hak cipta penerbit dan penjualan buku atau produk lainnya di toko buku atau distributor.
  3. Meningkatkan posisi perbukuan dan karya kreatif Indonesia di kancah dunia dan menjadi yang terdepan di Asia Tenggara.
  4. KLIBF menjadi penghubung bagi penerbit dan distributor buku-buku asing, terutama penerbit dan buku perguruan tinggi.
  5. Ajang mempromosikan produk dan seni budaya. Produk yang akan ditampilkan adalah buku, produk animasi, boardgame, film, dan karya kreatif lainnya.

Membuka peluang bisnis baru di tengah lesunya industri perbukuan dalam negeri terus digencarkan oleh Ikapi agar roda industri perbukuan terus berjalan, ada banyak cara mulai dari membantu promosi buku lokal di pameran internasional, mengencarkan penjualan hak cipta, hingga menfasilitasi pameran berstandar internasional, yakni Indonesia International Book Fair. Malaysia adalah salah satu negera berkembang yang memiliki potensi pasar buku yang cukup besar karena dari segi budaya dan bahaya yang masih serumpun.

Indonesia di Ajang Kuala Lumpur International Book Fair

Indonesia di Ajang Kuala Lumpur International Book Fair

Sejak Indonesia menjadi tamu kehormatan pada Frankfurt Book Fair 2015, industri perbukuan dan industri kreatif Indonesia mengalami peningkatan baik dalam hal penjualan hak cipta maupun popularitas penulis-penulis nasional di mata dunia.

Dalam KLIBF ke-37 tahun 2018 ini, Indonesia menjadi negara tamu bersama Arab Saudi dan Kedah. Bagi Indonesia, KLIBF adalah salah satu ajang pameran buku internasional yang sangat potensial untukmemasarkan produk buku dan nonbukunya. Sampai dengan 2018, Indonesia telah menjual  ratusan hak cipta terjemahan dan ribuan buku baik fiksi dan nonfiksi ke pasaran Malaysia.

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) bersama pemerintah, institusi, penggiat literasi, dan pekerja kreatif menangkap kesempatan baik Indonesia sebagai tamu kehormatan tersebut dengan mengangkat tema “Berbagi Literatur, Berkongsi Kultur”. Melalui tema tersebut Indonesia ingin menunjukkan niatnya untuk terus mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik dan terus bekerja sama di bidang kreativitas, seni, budaya, dan ilmu pengetahuan dengan Malaysia serta negara-negara Asia Tenggara lainnya. Dengan tema itu pula Ikapi ingin menunjukkan kekayaan Indonesia melalui penjualan hak cipta, penjualan produk fisik, peluncuran dan promosi produk, penampilan seni budaya, serta jumpa penulis. Selain itu juga para pekerja seni dan  pekerja kreatif Indonesia lainnya juga akan turut menyukseskan KLIBF tahun ini.

Selain produk buku-buku berkualitas, Indonesia juga akan menghadirkan produk nonbuku, yaitu boardgame dan merchandise. Untuk boardgame, Ikapi bekerjasama dengan penerbit dan pengembang boardgame yang berfokus pada nilai-nilai budaya Indonesia dan permainan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapiran masyarakat, seperti produk dari Hompimpa Games, Manikmaya Games, Kompas, Elexmedia, Coralis Entertainment, Chiveus, Feira Tochi, serta Vista Lab & C&Cov. Sementara dalam halmerchandise, Ikapi bekerjasama dengan beberapa penerbit dan pekerja kreatif untuk menghadirkan merchandise yang dikembangkan dari Intelectual Property (IP) buku-buku yang unik dan bermanfaat.

Apa itu Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF)?

Apa itu Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF)?

Indonesia melalui Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) tahun ini berkesempatan menjadi Tamu Negara dalam pameran buku terbesar negeri jiran, Kuala Lumpur International Book Fair 2018 (KLIBF). Bukan hanya sekedar ajang promosi diri Ikapi tapi lebih dari itu kehadiran penerbit Indonesia diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri penerbitan dalam negeri untuk semakin berjaya di luar negara.

Sebelumnya berikut adalah fakta singkat tentang apa itu Kuala Lumpur International Book Fair 2018?

KLIBF diselenggarakan pertama kali pada 1981 dan sejak itu diadakan secara rutin setiap tahun sampai sekarang. Para pecinta buku, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang membutuhkan  buku pelajaran, buku anak, referensi, dan beragam jenis buku lainnya yang dipamerkan pada stan-stan penerbit Malaysia maupun penerbit mancanegara, dengan antusias menyambut acara besar ini. Dari  tahun 2013 hingga 2017, tercatat lebih dari dua juta pecinta buku per tahun mengunjungi KLIBF.

Selain pameran buku, KLIBF juga menggelar berbagai aktivitas, seperti storytellingworkshop ilustrator, perlombaan comic strip, diskusi buku, dan meet and greet penulis, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan berbagai komunitas dari semua lapisan masyarakat. Masih berkaitan dengan KLIBF 2018, pemerintah Malaysia juga menyelenggarakan acara yang lebih spesifik, yaitu Malaysian Digital Content & Lifestyle pada 27-29 April 2018 dan Konvensyen Penulisan pada 5 Mei 2018.

Seiring dengan pergeseran industri buku, dalam ajang pameran kali ini KLIBF mengubah haluan dari yang semula mempromosikan pameran buku menjadi mempromosikan konten beserta aktivitas-aktivitas di dalamnya. Melalui perubahan ini penyelenggara berharap KLIBF dapat menarik minat lebih banyak warga masyarakat Malaysia maupun dunia dari berbagai usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan profesi untuk mengunjungi dan terlibat dalam pameran internasional tersebut.

Indonesia Tamu Kehormatan Kuala Lumpur International Book Fair

Indonesia Tamu Kehormatan Kuala Lumpur International Book Fair

Menjadi Tamu Kehormatan (Guest of Honor) di Frankfurt Book Fair tahun 2015 adalah salah satu tonggak sejarah dalam perjalanan go-international industri perbukuan dan diplomasi budaya Indonesia. Sejak saat itu, perhatian dunia terhadap buku dan karya-karya kreatif Indonesia semakin meningkat.
Kami memandang, Indonesia perlu merespon momentum ini dengan sigap dan tepat. Salah satunya adalah dengan menjadi negara tamu di pameran buku internasional yang potensial menyerap buku dan karya-karya kreatif Indonesia. Demikianlah maka pada tahun 2018 ini, Indonesia akan menjadi Negara Tamu di Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF). Tujuannya: meningkatkan posisi perbukuan dan karya kreatif Indonesia di kancah dunia dan menjadi yang terdepan di Asia Tenggara.
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) akan mengkoordinir kehadiran Indonesia sebagai negara tamu di KLIBF. Didukung oleh pemerintah, IKAPI juga melibatkan institusi dan individu-individu pegiat literasi dan produk kreatif lainnya untuk terlibat dalam proyek ini.
Sampai saat ini, Malaysia merupakan pasar internasional terbesar untuk buku-buku Indonesia, baik hak cipta maupun buku fisik. Penjualan copyrights buku Indonesia ke penerbit Malaysia bahkan sudah terjadi sejak tahun 1980-an. Pembaca buku berbahasa Indonesia di Malaysia juga berkembang dengan baik. Distributor dan reseller yang menjual buku-buku Indonesia bermunculan dan penulis Indonesia populer di Malaysia. Malaysia juga merupakan negara yang rutin ikut serta di Indonesia International Bok Fair (IIBF) dan menjadi Tamu Kehormatan di IIBF 2016. Dengan semua latar belakang itu, proyek Negara Tamu di Malaysia menjadi penting untuk mengukuhkan hubungan yang sudah terjalin selama ini agar menjadi lebih kuat dan lebih sibuk di masa yang akan datang.
KLIBF akan diselenggarakan di Putra World Trade Center tanggal 27 April-6 Mei 2018. Di KLIBF juga akan diselenggarakan Kuala Lumpur Trade and Copyrights Center (KLTCC), Konferensi Penulis dan Malaysia’s Digital Lifestyle Exhibition. KLIBF juga merupakan hub bagi penerbit dan distributor buku-buku asing, terutama penerbit dan buku perguruan tinggi. Maka, kehadiran Indonesia di KLIBF tidak hanya menyasar pasar Malaysia tapi juga pasar dunia.
Sebagai Negara Tamu KLIBF, Indonesia akan menempati paviliun (stan) seluas 180 meter persegi dan mendapat fasilitas penggunaan panggung utama KLIBF untuk mempromosikan produk dan seni budaya. Produk yang akan ditampilkan adalah buku, animasi, boardgames, film, dan produk kreatif lainnya. Program yang akan diselenggarakan antara lain penjualan hak cipta dan produk secara fisik, business matchmaking, peluncuran dan promosi produk, meet and greet bersama penulis dan pencipta, serta penampilan seni budaya.
Berkaitan dengan itu, kami mengajak penerbit, produsen produk kreatif terkait (animasi, karakter, film, digital, boardgames, dll), dan content creator (penulis, illustrator, animator, boardgamers, dll.) untuk berpartisipasi dan menikmati manfaat maksimum dari event penting ini. Informasi mengenai program Negara Tamu KLIBF kami lampirkan bersama surat ini. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Melvi (0813 11058958) atau Dian Andiani (0812 86494677).

Unduh formulir di sini.

Berlangganan info dan artikel dari kami

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!

Share This